#
Para pekerja di pabrik Sritex di Solo. Foto: EN

Dividen 2016 Setara Rp 3 Per Saham, Laba Sritex Ditarget Naik 15 Persen

Emitennews – PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) akan membagikan dividen sebesar Rp 55,78 miliar atas kinerja sepanjang 2016. Tahun lalu, perusahaan tekstil berbasis di Solo itu meraih laba bersih sebesar USD 59,365 juta atau setara Rp 792,710 miliar (kurs 13.353)

Dengan dividen sebesar Rp 55,78 miliar dibagikan itu maka setara Rp 3 per saham. Pada penutupan perdagangan hari ini harga saham perusahaan biasa disebut Sritex ada di level Rp 320 per saham atau naik 1,27 persen dibandingkan kemarin.

Presiden Direktur SRIL, Iwan Setiawan, mengatakan jumlah dividen tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan dividen dibagikan pada 2016 sebagai hasil kinerja pada 2015.

Pada 2016 perusahaan dibangun keluarga Lukminto itu meraih laba bersih sebesar USD 59,365 juta atau naik 6,6 persen dibandingkan USD 55,661 juta pada 2015. Penjualan bersih tercatat naik sebesar 9,3 persen dari USD 621,993 juta menjadi USD 679,939 juta.

Rencananya, dividen dari kinerja 2016 itu akan dibagikan kepada para pemegang saham pada 21 Juni 2017. Recording date atau daftar pemegang saham yang berhak menerima adalah yang tercatat per 31 Mei 2017.

”Nilai total penjualan internasional perusahaan pada tahun kemarin adalah sebesar USD 357 juta dan memberikan kontribusi sebesar 53 persen dari total penjualan dengan kenaikan nilai sebesar 18,6 persen dibandingkan 2015,” ucapnya dalam Public Expose di Jakarta, hari ini (18/05).

Pada kuartal pertama 2017, SRIL meraih penjualan bersih sebesar USD 180,183 juta atau naik 6,8 persen dibandingkan USD 168,685 juta pada triwulan pertama 2016. Laba bersih tercatat sebesar USD 17,723 juta atau naik 7,7 persen dibandingkan USD 16,445 juta.

Dibandingkan sejumlah kompetitor domestik, kata Iwan, perseroan masih menjadi pemimpin pasar pada kuartal pertama 2017.

”Kami melihat industri tekstil nasional secara keseluruhan masih akan mengalami peningkatan, terlebih dengan memertimbangkan adanya kecenderungan peningkatan biaya buruh di Tiongkok dan beberapa masalah perburuhan di Bangladesh, Indonesia jadi lebih disukai oleh para investor,” tuturnya.

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, kata Iwan, memberikan kontribusi sebesar 9 persen pada pangsa pasar tekstil global. Sementara khusus di kawasan Asia Tenggara, kontribusi Indonesia mencapai 30 persen untuk pangsa pasar tekstil.

Kinerja ekspor tekstil Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 7,9 per tahun.

Pada 2017, kata Iwan, perseroan berencana menerapkan beberapa strategi bisnis agar dapat mencapai target penjualan antara USD 734 juta sampai USD 762 juta. Laba bersih ditargetkan mencapai USD 65 juta sampai USD 68 juta. Dengan asumsi tertinggi maka SRIL menargetkan kenaikan laba setara sebesar 15 persen.

”Beberapa rencana strategis perusahaan pada 2017 antara lain adalah normalisasi untuk kapasitas produk baru, efisiensi operasional, dan produksi. Inovasi produk bernilai tambah tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta memerkuat struktur modal dan likuiditas,” ulasnya.

Check Also

Satgas Covid-19 Mencatat Pasien Sembuh di Indonesia Kamis Ini Hampir 4 Ribu Orang
Hari ini ada 5 provinsi yang melaporkan tak ada tambahan kasus infeksi virus corona; Daerah Istimewa Aceh, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara

EmitenNews.com – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien positif di Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: