#

AISA: Beras Kemasan Yang Dijual Anak Usaha Berasal Dari Petani dan Mitra Penggilingan

Emitennews.com – Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) membantah asal beras kemasan keluaran anak usahanya PT IBU merupakan oplosan dengan beras bersubsidi. Beras kemasan yang dijualnya berasal dari pembelian gabah petani dan beras mitra penggilingan.

Direktur AISA, Jo Tjong Seng menyatakan anak usahanya tidak mengemas kembali beras subsidi program beras sejahtera (rastra) Bulog atau bantuan bencana.

“PT Ibu mengeluarkan beras kemasa untuk konsumen menengah sesuai dengan deskripsi mutu Standard Nasional Indonesia (SNI),” jelas dia dalam keterangan resmi perseroan, Jumat(21/7/2017).

Tjong menjelaskan PT IBU mengemas beras dan diberi label berdasarkan ISO 22000 tentang food safety dan GMP.
“Kami mengikuti ketentuan pelabelan yang berlaku dan menggunakan laboratorium serta mencantumkan kode produksi sebagai informasi umur stok hasil produksi,” jelas dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, PT Indo Beras Unggul (PT IBU) melakukan kecurangan dalam penjualan beras. Perusahaan menjual beras subsidi dengan harga beras premium.

Anak usaha dari PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) itu menjual beras di pasar modern dengan harga Rp13.700 dan Rp20.400 per kilogram (kg). Padahal, harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.500 per kg. Keuntungan yangdidapatkan, berdasarkan hitungan Polisi bisa mencapai puluhan triliun, bahkan ratusan triliun.

Kapolri Tito Karnavian mengatakan, ada sebanyak 1.161 ton beras Indo Beras Unggul yang disita. Penyitaan itu karena mereka melakukan kecurangan. Beras dengan label Maknyuss dan Cap Ayam Jago yang dijual di pasar modern dengan harga Rp13.700 dan Rp20.400 per kg. Padahal, harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.500 per kilo untuk beras subsidi.

PT IBU juga diduga telah melakukan penipuan terhadap konsumen. Anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera itu diduga memalsukan kandungan karbohidrat dalam kemasannya.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek pabrik beras milik PT Indo Beras Unggul (PT IBU), Kamis 21 Juli 2017. PT IBU diduga melakukan kecurangan dalam penjualan beras.

Penggerebekan dilakukan di pabrik beras PT IBU di Jalan Rengas KM 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat. Penggerebekan itu disaksikan langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf.

Terkait perbuatannya, PT IBU diduga melanggar Pasal 383 Bis KUHP dan Pasal 141 UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Check Also

Laba Jasa Marga (JSMR) Amblas 89,49 Persen di Kuartal III-2020

EmitenNews.com- PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat laba bersih yang dapat di atribusikan kepemilik entitas …

%d bloggers like this: