#
Ilustrasi Pemerintah menetapkan harga bijih mentah (ore) nikel yang dijual kepada perusahaan pengolahan dan pemurnian (smelter) dalam negeri maksimal USD30 per metrik ton, hingga 31 Desember 2019. (Dok. Dunia Energi).

Akhirnya Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Catat Laba USD11,89 Juta
Perusahaan energi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) meraih laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar USD 11,89 juta hingga periode 30 September 2019 usai mencatat rugi neto USD14,67 juta di periode sama tahun sebelumnya.

EmitenNews.com – Perusahaan energi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) meraih laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar USD 11,89 juta hingga periode 30 September 2019 usai mencatat rugi neto USD14,67 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangannya pada Selasa (3/12) menyebutkan, laba tersbeut lantaran beban pokok penjualan turun menjadi USD116,53 juta dari USD155,25 juta meskipun penjualan neto turun menjadi USD191,99 juta dari penjualan neto USD99,94 juta tahun sebelumnya.

Laba bruto naik menjadi USD75,47 juta dari laba bruto USD44,69 juta tahun sebelumnya dan laba usaha meningkat menjadi USD63,94 juta dari laba usaha USD36,49 juta tahun sebelumnya.

Kemudian, penurunan beban lain-lain neto menjadi UD25,91 juta dari USD38,31 juta membuat laba sebelum pajak diraih USD38,03 juta dari rugi sebelum pajak USD 1,81 juta tahun sebelumnya.

Adapun total aset perseroan hingga periode 30 September 2019 mencapai USD752,16 juta naik dari total aset USD731,45 juta hingga periode 31 Desember 2018.

Check Also

Indonesia Transport & Infrastructure (IATA) Rights Issue Harga Rp50 Per Saham. Ini Jadwalnya

EmitenNews.com – PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) berencana untuk Penambahan Modal Tanpa Hak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: