#
Trading illustrations. Foto: StockMarketIndian

Aksi Jual Investor Lokal Tekan IHSG di Tengah Positifnya Makro Ekonomi

Emitennews – Aksi protif taking investor domestik membuat Indeks harga saham gabungan (IHSG) tertahan di zona merah. Positifnya data makro ekonomi Indonesia belum disambut karena pasar saham justru ditutup turun 41,871 poin (0,736 persen) ke level 5.646,999 hari ini (16/05).

Frekuensi transaksi perdagangan saham hari ini mencapai 368.282 kali dengan volume sebanyak 7,810 miliar saham atau senilai Rp 6,700 triliun. Nilai kapitalisasi pasar saham (market cap) turun menjadi Rp 6.151 triliun.

Hanya ada tiga indeks saham sektoral yang mampu menguat hari ini dari total 10 indeks sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks saham sektor industri dasar dan chemicals mampu naik 1,34 persen, indeks sektor pertambangan naik 1,22 persen, dan indeks agrikultur naik 0,156 persen.

Setelah sempat melakukan aksi jual pada awal pekan, investor asing berbalik melakukan aksi beli dengan mencatatkan pembelian bersih Rp 438,3 miliar, hari ini. Sebaliknya investor domestik melakukan aksi jual.

Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya, mengatakan kekuatan naik IHSG sebenarnya cukup besar pada hari ini. Terlebih data makro ekonomi Indonesia dirilis positif dengan mencatatkan surplus pada neraca perdagangan.

Paling-paling tantangan hanya ada dari pergolakan harga komoditas terutama batu bara seiring pergantian musim yang tentunya akan memengaruhi dari sisi permintaan. Faktanya saham sektor pertambangan secara rata-rata justru naik.

”IHSG terlihat sedang berada dalam fase menguji support di tengah gejolak harga komoditas. Rilis data perekonomian masih menunjukkan kondisi stabil sehingga hal ini masih menjadi salah satu penopang dari pola gerak IHSG saat ini,” ungkapnya, sore ini (16/05).

Jika terjadi koreksi wajar kembali pada perdagangan esok, William menilai wajar dan sebaiknya dijadikan momentum yang dapat dimanfaatkan oleh investor dengan timeframe investasi jangka panjang. ”Untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat kondisi pergerakan IHSG yang masih berada dalam jalur uptrend dalam jangka panjang,” sarannya, dan memerediksi IHSG akan menguat besok (17/05).

Neraca perdagangan April 2017 mencatatkan surplus sebesar USD 1,2 miliar, lebih tinggi daripada prediksi kami yaitu USD 869 juta dan prediksi konsensus USD 946 juta,” ungkap Ekonom Mandiri Sekuritas, Leo Rinaldy.

Prediksinya tentang kenaikan pertumbuhan ekspor tahunan dibanding impor, kata Leo, ternyata benar terjadi. Meskipun laju percepatan pertumbuhan pos-pos dimaksud itu lebih lambat daripada prediksi. Ekspor naik 12,6 persen Year on Year (YoY) dibandingkan posisi Maret 2017 dan prediksi konsensus masing-masing 24,3 persen dan 20,4 persen.

Sedangkan impor tumbuh 10,3 persen YoY berbanding posisi Maret 20117 dan prediksi konsensus masing-masing 17,5 persen dan 20,5 persen. ”Secara keseluruhan, surplus perdagangan awal tahun hingga April 2017 (year-to-April 2017) sudah mencapai USD 5,3 miliar, lebih besar dibanding periode yang sama tahuh lalu USD 2,3 miliar,” terusnya.

Check Also

Pendapatan Turun, Laba Diamond Food Indonesia (DMND) Susut 36,9 Persen di Kuartal III-2020

EmitenNews.com – PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) mencatat total pendapatan sebesar Rp4,44 triliun di …

One comment

  1. Your blog on Aksi Jual Investor Lokal Tekan IHSG di Tengah Positifnya Makro Ekonomi – is very good. I hope u can continue writing many lot article in the future. Be prosperous emitennews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: