Analis :Kenaikan Suku Bunga Acuan Jadi Katalis Penguatan Rupiah

Bank Indonesia Memiliki Peluang Menaikkan Bunga 50 Bps

andi baco

IHSG, Regulator Update Friday, 18th May 2018 3:42:18 PM • 3 months ago


EmitenNews – Kalangan analis menilai kenaikan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate 4,5 Persen diharapkan menjadi katalis positif ditengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) tidak serta merta membuat rupiah menguat. Tekanan terhadap mata uang rupiah ada, sehingga masih bergerak terbatas. Hal ini  seiring masih adanya isu rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat beberapa waktu kedepan.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures  Ariston Tjendra mengatakan penguatan nilai tukar rupiah masih terbatas hingga adanya kepastian kenaikan suku bunga acuan bank Amerika Serikat pada Juni 2018. Dengan adanya kenaikan suku bunga acuan ini akan mendorong investor asing dapat kembali memasuki pasar keuangan Indonesia walau dalam jangka pendek .

“untuk penguatan sementara ini terbatas sampai pengumuman The Fed pada 4 Juni mendatang. para pelaku pasar akan melihat kemana arah selanjutnya kenaikan suku bunga Amerika Serikat ini karena diperkirakan masih akan ada lagi kenaikan di  September dan Desember 2018 ini “ucap Ariston Tjendra. Jumat (18/5)

Ariston menambahkan  ideal nya kenaikan suku bunga dapat dilakukan secara bertahap oleh Bank Indonesia hingga 50 bps. Upaya tersebut dilakukan agar dapat meredam berbagai tekanan terhadap mata uang rupiah. Rupiah diprediksi akan berada pada rentang Rp 14.000 hingga Rp 14.200 per dolar Amerika Serikat.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan tingkat bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate naik 25 bps menjadi 4,5 persen. suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen, berlaku efektif sejak 18 Mei 2018.

Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah berlanjutnya peningkatan ketidakpastian pasar keuangan dunia dan penurunan likuiditas global. Bank Indonesia juga melanjutkan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya dengan tetap mendorong bekerjanya mekanisme pasar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *