Asyik, Standar Keamanan dan Kenyamanan Pelabuhan Bakal Setara Bandara

Dari sisi regulasi nyaris tidak terlalu rumit. Yang problem, bagaimana mendidik, dan mengubah perilaku masyarakat atas pentingnya aturan

M Nasir

Ekonomi Update, Makro & Moneter Tuesday, 9th October 2018 3:45:45 PM • 2 weeks ago


EmitenNews – Asyik. Standar keamanan, dan kenyamanan pelabuhan, bakal setara bandara, dan stasiun. Itu bagian dari rencana Kementerian Perhubungan melakukan perombakan besar-besaran seluruh pelabuhan di Indonesia. Pelabuhan laut akan disterilisasi sehingga nantinya yang bisa masuk ke wilayah itu, hanya yang memiliki tiket dan izin, seperti aturan di bandara dan stasiun.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Agus Purnomo menjelaskan hal itu kepada pers, di Pelabuhan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (8/10/2018).

Sejauh ini sistem seperti itu sudah diterapkan di Semarang. Untuk memasuki pelabuhan di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu, harus pakai boarding pass. Artinya tiket sudah online, manifes pun online. Rencananya, ada tiga pelabuhan yang akan menjadi percontohan dari rencana tersebut, yakni Pelabuhan Kali Adem, Tanjung Pinang, dan Bau-Bau.

Meski begitu, pihak Kementerian Perhubungan belum dapat memastikan kapan rencana penerapan sistem sterilisasi pelabuhan tersebut dimulai. Pasalnya, segala hal perlu persiapan matang, seperti tenaga kerja, sistem, hingga aplikasinya.

Menurut Agus Purnomo, dari sisi regulasi nyaris tidak terlalu rumit. Yang problem, bagaimana mendidik, dan mengubah perilaku masyarakat. Biasanya masuk pelabuhan gampang, seperti tidak ada aturan. Sikap seperti itulah yang harus diubah, harus diatur. Ada aturan yang harus dipatuhi. “Kami harus mendidik masyarakat atas pentingnya aturan. Ini harus pelan-pelan. Sedang disiapkan aturannya. Harapannya Januari 2019 sudah trial sistem sterilisasi di pelabuhan tersebut.”

Sebelumnya, Minggu (7/10/2018), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan uji petik terhadap kelayakan kapal penumpang tradisional di Pelabuhan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Uji petik tersebut, bagian dari kampanye keselamatan pelayaran oleh Ditjen Perhubungan Laut.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai Wahyu Prihanto menyebutkan, uji petik dilakukan terhadap dua kapal tradisional yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan wisatawan ke Tanjung Puting. Yaitu, KM Kalimantan Explorer dan kapal KM Sekonyer yang bersandar di Pelabuhan Kumai.

Wahyu menyebutkan, ada sekitar 500 kapal penumpang kapal tradisional di wilayah Kumai. Uji petik kelaiklautan terhadap KM Kalimantan Explorer dan kapal KM Sekonyer, dilakukan secara acak. Pengujian dilakukan oleh Marine Inspector (MI) Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut. Ia memastikan, pengujian itu bentuk keseriusan pemerintah dalam mewujudkan keselamatan pelayaran dan menjadi bagian dari Kampanye Keselamatan Pelayaran. ***

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *