#

ATVSI Bilang Single mux Berpotensi Menciptakan Praktik Monopoli

EmitenNews – Asosiasi Televisi Swasta Indonesia Rabu 7 Juni 2017 bikin acara diskusi menyoroti Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran oleh Pemerintah dan DPR. Revisi dinilai masih jauh dari harapan untuk menciptakan industri penyiaran yang sehat.

Sekjen ATVSI, Neil R Tobing mengungkapkan, salah satu hal yang menimbulkan perdebatan dalam RUU Penyiaran yaitu terkait dengan pengelolaan multipleksing. Dalam RUU Penyiaran ini diserahkan kepada multiplekser tunggal atau single mux.

Menurutnya, di era demokrasi penyiaran, penerapan konsep single mux berpotensi menciptakan praktik monopoli yang diharamkan dalam UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Adapun penetapan LPP Radio Televisi Republik Indonesia sebagai penyelenggara multipleksing juga berpotensi melanggar UU anti monopoli, tidak adanya jaminan terselenggaranya standar layanan penyiaran digital yang baik dan kompetitif serta jaminan kebebasan menyampaikan pendapat lewat TV.

Ada tujuh isu penting yang perlu disepakati oleh stakeholder penyiaran dalam RUU Penyiaran ini yakni rencana strategis dan blue print digital, pembentukan wadah dan keterlibatan asosiasi media penyiaran dalam proses penetapan kebijakan.

Penerapan sistem hybrid dalam penyelenggaraan penyiaran multipleksing sebagai bentuk nyata demokratisasi penyiaran, durasi iklan, pembatasan iklan rokok, siaran lokal Dan proses pencabutan izin penyelenggaraan penyiaran.

RUU Penyiaran haruslah visioner yakni harus mempertimbangkan kondisi industri televisi eksisting dan sekaligus dapat mengantisipasi perkembangan teknologi dan dapat memenuhi keinginan masyarakat akan kebutuhan konten penyiaran yang baik dan berkualitas.

Indonesia perlu membuat rencana strategis penyiaran nasional. Di sejumlah negara, sudah menerapkan blue print digital dan rencana strategis penyiaran.

ATVSI pada dasarnya berkeberatan dengan konsep “single mux operator” atau operator tunggal dalam layanan multipleksing atau penggabungan sinyal analog dan digital dalam satu sinyal.

“Di era demokratisasi, penerapan konsep single mux berpotensi menciptakan praktik monopoli yang diharamkan Undang-Undang Anti Monopoli,” kata Ketua Umum TVSI Ishadi SK.

Menurut dia, penerapan single operator akan berdampak kepada lembaga penyiaran swasta (LPS) yang akan menghadapi ketidakpastian karena frekuensi yang menjadi roh penyiaran sekaligus menjadi jaminan terselenggaranya kegiatan penyiaran dikelola oleh satu pihak saja.

Check Also

Beli Harga Rp4.700 Per Saham, Lautan Luas (LTLS) Tambah Kepemilikan di Cahaya Unggul Indah (UNIC) Jadi 5,9 Persen

EmitenNews.com- PT Lautan Luas tbk (LTLS) mengkonfirmasi bahwa perseroan telah melakukan pembelian saham pada emiten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: