#
Ilustrasi pengawasan PSBB di DKI Jakarta. Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19). Untuk itu aparat keamanan melakukan penyekatan terhadap kendaraan di sejumlah titik cek point, terkait larangan mudik sejak 24 April 2020 sampai 4 Juni 2020. (Dok. RMOL).

Bagi Masyarakat yang tidak Miliki Keterampilan Jangan ke Ibu Kota Dulu Deh…
Untuk kebaikan bersama di tengah pandemi virus corona ini, masyarakat diminta mematuhi aturan. Tujuannya, memutus mata rantai penyebaran virus corona yang kini masih melanda Indonesia

EmitenNews.com – Bagi masyarakat yang tidak memiliki keterampilan jangan ke Ibu Kota dulu deh. Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19). Untuk itu aparat keamanan melakukan penyekatan terhadap kendaraan di sejumlah titik cek point, terkait larangan mudik yang sudah diberlakukan sejak 24 April 2020 sampai 4 Juni 2020.

Dalam keterangannya yang dikutip Minggu (24/5/2020), Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyekatan tak hanya dilakukan di pintu keluar Jakarta, melainkan di pintu masuk ibu kota juga. Ia meminta masyarakat yang datang dari kampung dan tak memunyai keterampilan khusus, diharapkan tak datang ke DKI Jakarta.

Di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (23/5/2020), Argo mengungkapkan, pihaknya mengharapkan saat peningkatan arus balik, masyarakat yang tidak memiliki keterampilan khusus ataupun tidak punya suatu keahlian diharapkan untuk tidak ke Jakarta. “Tujuannya, memutus mata rantai penyebaran virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Hubei, China. Karena kita dalam kondisi corona dan di Jakarta diperpanjang PSBB-nya sampai awal Juni.”

Titik penyekatan arus balik di sejumlah daerah, antara lain di wilayah Jawa Tengah berada di Exit Tol Sragen KM 528 dan Gate Tol Banyumanik KM 421. Untuk jalur arteri ada empat daerah; Rembang, Blora, Wonogiri, dan Sragen. Untuk penyekatan arus balik antarkota ada 10 titik.

Pada wilayah kerja Polda Jawa Timur, ada penyekatan antartol di wilayah Sragen, yakni KM 679.000. Untuk jalur arteri, ada tujuh; di Tuban, Situbondo, Cemoro Sewu, sampai Ngawi, Sragen. Menurut Argo, ada juga penyekatan antarkota, di Pantura ada delapan, di jalur tengah ada sembilan, dan selatan ada enam.

Untuk di wilayah hukum Polda Jawa Barat penyekatan di Tegal Karang, Plumbon, Ciperna Timur, Kanci dan Ciledug yang merupakan indikator GT Palimanan Utama. Sedangkan untuk jalur tol indikator Cikarang Utama ada lima lokasi dan GT Kalimata tiga lokasi penyekatan.

“Di Japek ada tiga itu di KM 47. Sedangkan di arteri ada di Sukabumi, Cirebon, Kuningan, Banjar, Ciamis. Untuk Polda Banten ada sembilan lokasi penyekatan arus balik,” kata Argo lagi.

Untuk kebaikan bersama di tengah pandemi virus corona ini, Argo meminta masyarakat mematuhi aturan protokok kesehatan yang sudah dibuat pemerintah. Tujuannya, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang kini masih melanda Indonesia. ***

 

Check Also

Bank QNB Indonesia (BKSW) Raih Pinjaman Rp 1 Triliun Dari Bank BCA (BBCA)

EmitenNews.com- PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) menyatakan pada tangga 3 Juni 2020 mendapat pinjaman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: