#
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia. Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2020 sebesar USD407,5 miliar. Utang sebanyak itu terdiri atas ULN sektor publik yakni pemerintah dan bank sentral USD203,3 miliar dan ULN sektor swasta, termasuk BUMN sebesar USD204,2 miliar. (Dok. Tribunnews).

Bank Indonesia Catat Utang Luar Negeri Capai Rp5.660 Triliun Per Desember 2019
Pertumbuhan ULN pemerintah ditopang arus masuk investasi nonresiden pada SBN domestik dan penerbitan dual currency global bonds mata uang dolar AS dan euro

EmitenNews.com – Bank Indonesia mencatat akhir Desember 2019 Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia USD404,3 miliar atau sekitar Rp5.660 triliun (kurs Rp14 ribu). Posisi utang cenderung melandai, baik di sektor publik (pemerintah dan bank sentral) maupun sektor swasta (termasuk BUMN) masing-masing USD202,9 miliar dan USD201,4 miliar. Bank Indonesia memastikan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (17/2/2020), Bank Indonesia merilis ULN kuartal IV tahun 2019 itu tumbuh 7,7 persen secara tahunan. Tren utang melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal IV tahun 2018 sebesar 10,4 persen. Hingga Desember 2019, ULN pemerintah USD199,9 miliar, naik 9,1 persen. Pertumbuhan utang pemerintah itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tumbuh 10,3 persen.

Pertumbuhan ULN pemerintah ditopang oleh arus masuk investasi nonresiden pada SBN domestik dan penerbitan dual currency global bonds mata uang dolar AS dan euro. Ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik yang tinggi.

Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan. Porsi terbesar pada sektor produktif, yaitu jasa kesehatan dan kegiatan sosial 19,1 persen dari total ULN pemerintah, konstruksi 16,6 persen, dan jasa pendidikan 16,2 persen. Termasuk administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 15,4 persen.

Sementara itu, dalam catatan yang sama, Utang Luar Negeri swasta tumbuh 6,5 persen per Desember 2019 atau lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 10,8 persen. ULN lembaga keuangan dan Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) berkontribusi terhadap perlambatan utang.

Menurut BI, struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV 2019 sebesar 36,1 persen.

Namun demikian, patut diketahui, rasio ULN terhadap PDB trennya meningkat. November 2019, rasionya pada posisi 35,9 persen, sedangkan Oktober 2019 sebesar 35,8 persen.

Rasio ULN sebesar 36,1 persen dalam penilaian BI, relatif stabil dibandingkan rasio pada kuartal sebelumnya. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 88,3 persen.

Sementara itu Kementerian Keuangan mengklaim, kelebihan realisasi penerbitan surat berharga negara (SBN) masih dalam taraf aman. Kepada wartawan saat ditemui di Le Meridien, Rabu (27/11/2019), Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, utang diterbitkan pemerintah saat imbal hasil atau bunganya sedang rendah, sehingga tak terlampau berisiko. ***

 

Check Also

Karena Pandemi Covid-19, Pemerintah Putuskan Tidak ada Pemberangkatan Jemaah Haji 2020
Bagi calon Jemaah haji yang telah melunasi ongkos perjalanannya, akan diberangkatkan pada 2021. Jika ada yang membutuhkan Bipih yang sudah disetor, silakan diambil

EmitenNews.com – Tidak ada pemberangkatan Jemaah Haji 2020. Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: