#
Ilustrasi bawang putih. Bawang putih impor sebanyak 78 ribu ton akan memasuki pasar Indonesia pada Mei 2020. Impor dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Harga bawang putih rata-rata Rp37.100 per kilogram. Masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga normal yang berkisar Rp20 ribu. (Dok. Media Indonesia).

Bawang Putih Impor Sudah Masuk 11 Ribu Ton dari Izin 150 Ribu Ton yang Dikeluarkan
"Kemendag telah mengeluarkan persetujuan impor bawang putih sekitar 150 ribu ton dan sudah terealisir sampai 9 Maret 2020, mencapai 11 ribu ton," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto

EmitenNews.com – Pasar Indonesia sudah dimasuki bawang putih impor. Dari 150 ribu ton yang izinnya sudah dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), sudah masuk 11 ribu ton sejak 9 Maret 2020. Keran impor dibuka lagi untuk mengatasi kelangkaan yang membuat harga bawang putih naik.

“Kemendag telah mengeluarkan persetujuan impor bawang putih sekitar 150 ribu ton dan sudah terealisir sampai 9 Maret 2020, menurut pantauan kami mencapai 11 ribu ton,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto, dalam telekonferensi melalui saluran YouTube BNPB, Rabu (25/3/2020).

Pemerintah menempuh langkah impor karena belakangan ini harga bawang putih mengalami kenaikan cukup tinggi. Kebijakan itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo mengenai segala langkah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat harus ditempuh oleh masing-masing kementerian. Pemerintah melakukan relaksasi atau mempermudah perizinan impor bawang putih, termasuk bawang bombay yang harganya juga mahal.

“Pemerintah dalam hal ini memberikan relaksasi impor untuk komoditi bawang putih dan bawang bombay,” tambahnya.

Dalam telekonferensi harga dan ketersediaan bahan pokok, Rabu (18/3/2020), Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengumumkan pembebasan pengajuan izin impor. Artinya pengusaha tak perlu mengajukan Surat Perizinan Impor (SPI) atas komoditas bawang putih dan bawang bombay, juga tak perlu mengajukan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) kepada Kementerian Pertanian (Kementan).

Agus memastikan, pembebasan tersebut akan diundangkan hari ini, dan mulai berlaku besok sampai 31 Mei 2020. “Tidak perlu lagi persetujuan impor. Ini sudah jelas, yang biasanya perlu SPI, SPI membutuhkan RIPH, nah RIPH ini juga tidak perlu lagi.” ***

 

Check Also

Pemerintah Sudah Larang Peredarannya, Tetapi Telur Ayam Infertil Dijual Bebas di Pasar
Ketut Diarmita menjelaskan, sebenarnya telur HE layak konsumsi. Namun, karena lebih cepat membusuk, telur jenis ini tak bisa diperdagangkan di pasar. Sebaiknya segera dikonsumsi

EmitenNews.com – Pemerintah sudah melarang peredaran telur ayam infertil. Celakanya, di pasaran telur yang di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: