#

BEI Akan Hapus Pencatatan Saham Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI). Ini Penyebabnya

EmitenNews.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, pihaknya akan menghapus pencatatan alias delisting saham PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI).

Mengutip keterangan resmi BEI seperti diberitakan Sabtu (12/10), Penghapusan ini akan didahului oleh perdagangan di pasar negosiasi. Perdagangan di pasar negosiasi akan berlangsung hingga 8 November 2019.

Hal tersebut merujuk Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

BEI menghapus saham perusahaan tercatat apabila mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

BEI juga bisa menghapus saham perusahaan tercatat apabila saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Seperti diketahui, saham TMPI terakhir diperdagangkan pada 22 Juni 2017. Tapi berdasarkan pengumuman bursa, BEI baru menyetop perdagangan saham emiten yang didirikan dengan nama PT Telaga Mas ini pada 3 Juli 2017 karena belum membayar denda.

Suspensi dilakukan karena TMPI belum membayar denda dan membayar biaya pencatatan tahunan, tidak menggelar public expose, dan telat menyampaikan laporan keuangan.

TMPI akan menjadi emiten keenam yang delisting dari BEI tahun ini. Lima emiten yang sebelumnya delisting adalah PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP), PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP), PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA), dan PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK).
Dari lima emiten tersebut, tiga di antaranya merupakan hasil delisting paksa BEI, yakni Sekawan, Grahamas, dan Bara Jaya. (Romys)

Check Also

Selain ke PT Telkom (TLKM), PT Indosat Ooredoo (ISAT) Juga Jual 1.000 Menara ke PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) Senilai Rp1,95 Triliun

EmitenNews.com – PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menyampaikan, selain transaksi jual beli menara dengan anak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *