BEI ke SIAP: Setiap Tanggal 1 selama Tiga Bulan Wajib Lapor Produksi dan Keuangan

IWBMC Ditargetkan Mulai Produksi Batu Bara per Agustus 2018

RS gen

Berita Emiten, Emiten Update Monday, 20th August 2018 7:51:52 AM • 1 month ago


EmitenNews– Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi ketat kinerja dan keberlangsungan usaha PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Diberlakukan “wajib lapor” atas berbagai kegiatan usaha perusahaan yang kini bergerak di bisnis pertambangan itu.

Kepada SIAP, BEI mewajibkan laporan setiap bulan selama minimal tiga bulan mendatang. Disampaikan setiap tanggal 1 per bulannya.

Hal-hal perlu dilaporkan SIAP kepada BEI terbagi dua bagian utama. Pertama, terkait kegiatan operasional terdiri atas:

  • Kapasitas produksi, jumlah produksi per bulan, dan total produksi year to date
  • Total area yang telah dieksploitasi
  • Kapasitas stockpiledan jumlah batu bara pada stockpileper tanggal pelaporan
  • Jumlah penjualan batu bara serta nilai penjualan

”Baik, kami akan siapkan dan akan sampaikan pada tanggal 1 setiap bulannya untuk pertama kali akan disampaikan tanggal 1 September 2018,” jawab Corporate Secretary SIAP, Kusminarsih Suhadi, dalam keterbukaan informasi akhir pekan kemarin.

Kedua, terkait performa keuangan, BEI juga meminta SIAP menyampaikan kinerja aktual per tanggal pelaporan yaitu setiap tanggal 1 per bulannya. ”Akan kami sampaikan bersamaan dengan Laporan Operasi,” jawabnya lagi.

Bersamaan dengan permintaan itu, BEI memang memertanyakan sejumlah hal terkait bisnis SIAP. Termasuk di antaranya kegiatan anak usaha, PT Mahaputra Adi Nusa (MAN) yang menurut laporan keuangan Juni 2018 masih menyimpan persediaan pelumas sebanyak Rp1,1 miliar.

Menanggapi itu, Kusminarsih menyatakan, disiapkan strategi meski tantangannya cukup berat. Sebab kondisi barang sudah berumur lebih dari tiga tahun dan kemungkinan rusak. Pada saat sama, ada saingan dari produk dengan kualitas sama dari produsen lainnya terutama Pertamina.

”Strategi akan dijalankan Perseroan dengan tantangan saat ini adalah menjual secara eceran dengan potongan harga 20 persen sampai 50 persen,” ungkapnya.

Sedangkan tentang anak usaha SIAP peraih izin usaha pertambangan yaitu PT Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC) saat ini sedang presentasi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Jadwalnya, perusahaan peraih IUP 20 tahun itu menyampaikan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RAKAB) dan Rencana Kerja Tahunan ke KemenESDM pada 16 Agustus 2018.

IWBMC juga dalam proses terkait produksi dan proses onlineuntuk Ekspor Terbatas. Buyersekaligus mitra strategis disebut sudah ada yaitu PT Lima Berkat Energi dengan volume kontrak sebesar 11 juta metrikton (MT) dalam masa produksi tiga sampai enam tahun.

SIAP menargetkan IWBMC memeroduksi sebanyak 200 MT sebagai pengujian awal pada Agustus 2018. Setelah itu target produksi 50 ribu MT per September 2018 dan berlanjut dengan jumlah sama setiap bulannya sampai Desember 2018.

Dari mana sumber dananya? ”Sumber pendanaan adalah pinjaman dari mitra strategis yang merupakan bagian dari schemepembayaran pembelian batu bara IWBMC. Perinciannya dikontrol sesuai dengan kebutuhan pembiayaan operasional lapangan IWBMC,” ungkapnya.

BacaBegini Penjelasan SIAP Terkait Backdoor Listing Fundamental Resources

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *