Dirut BEI Tito Sulistio (tengah) bersama Komite Ketua APEI Octavianus Budiyanto dan para peserta touring Market Outlook & Sharing Session ke Lembang, Bandung, Jumat (19 Januari 2018). Foto: EN

BEI: Teh Botol, Kapal Api, Djarum, Sudah Saatnya IPO

EmitenNews – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 22 perusahaan berpotensi menambah nilai kapitalisasi pasar (market cap) sedikitnya Rp2 ribu triliun. Seluruhnya diajak melakukan Initial Public Offering (IPO) sebagai bagian pemerataan hasil bisnis kepada masyarakat.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan mayoritas dari seluruh perusahaan dimaksud adalah berbasis konsumen (consumer base). Merek dagangnya sangat akrab dengan keseharian masyarakat Indonesia.

“Teh botol, Garuda Food, Kapal Api, Kopi Luwak (Luwak White Coffee, Red.), Djarum, dan yang lainnya, tolong dong ini saatnya IPO. Kalian sudah eksploitasi kekayaan Indonesia dan dibesarkan oleh rakyat, jadi sekarang saatnya berbagi,” Tito mengungkapkan di sela touring sepeda motor (Wullung Bikers) dalam rangka Market Outlook & Sharing Session oleh Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia dan Asosiasi Wartawan Pasar Modal Indonesia (AWPMI) di Lembang, Bandung, Jumat (19/01).

Menurutnya, IPO bukan semata soal menambah modal. Bagi perusahaan dimaksud yang lebih penting adalah tentang pemerataan hasil kinerja perusahaan kepada lebih banyak masyarakat melalui penawaran saham kepada publik.

“It’s not only money. Pemerataan kekayaan, waktunya transparan, akuntabilitas, dan banyak hal positif lainnya,” Tito menegaskan.

Beberapa perusahaan dimaksud sudah ditemui oleh BEI. Memang, menurutnya, hasilnya tidak akan instan. Butuh berkali-kali dan konsisten diajak.

Dari sisi industri pasar modal, kata dia, kehadiran perusahaan-perusahaan dimaksud salah satunya dalam rangka mengejar market cap sebesar Rp10 ribu triliun pada 2019.

Target nilai kapitalisasi pasar itu diperlukan agar pasar modal Indonesia mampu mengejar ketertinggalan di kancah global. “Kita perlu market cap Rp 10 ribu triliun at least 2019. Itu kalau mau kejar ketertinggalan,” pikirnya.

Dihitung berdasarkan rasio market cap terhadap Gross Domestic Product (GDP) saja, Tito menyebut, Indonesia baru sebesar 50 persen. “Malaysia sudah 123 persen, Thailand 90 persen, dan Singapura lebih dari 200 persen,” terangnya.

Check Also

Dirut BEI: Ada Pilpres, Transaksi Harian di Bursa Agak Slowdown Masih Wajar

EmitenNews – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, pelemahan rata-rata nilai transaksi perdagangan harian di …

Login to chat with other users!
WhatsApp chat