#

Belum Bayar Biaya Pencatatan, BEI Suspensi 19 Emiten

Emintennews-Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) pada 7 emiten belum melakukan pembayaran pencatatan tahunan 2020 dan 12 emiten diperpanjang suspensi mulai hari ini Senin (17/2).

Adi pratomo selaku kepala divisi PP1 BEI dalam pengumuman bursa Senin (17/2) mengatakan, Merujuk pada ketentuan Vll.4.2. Peraturan Bursa Nomor l-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, diatur bahwa Biaya Pencatatan Saham Tahunan wajib dibayar di muka oleh Perusahaan Tercatat untuk masa 12 bulan terhitung sejak Januari hingga Desember dan diterima oleh Bursa (goodfund) di rekening bank Bursa paling lambat pada Hari Bursa terakhir pada bulan Januari.

Ditambahkan, burs mengacu pada butir II.3 Peraturan Nomor l-H tentang Sanksi, dalam hal Perusahaan Tercatat dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening Bursa selambat-Iambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa. Apabila Perusahaan Tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham Perusahaan Tercatat di Pasar Reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut.

Berdasarkan catatan Bursa, hingga tanggal 15 Februari 2020 yang merupakan batas akhir pembayaran pokok dan denda ALF 2020 terdapat 19 Perusahaan tercatat yang belum melakukan pembayaran secara penuh.

1. PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) . Suspensi di Seluruh Pasar

2. PT Ratu Prabu Energi Tbk(ARTI) . Aktif di Seluruh Pasar

3. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) . Suspensi di Seluruh Pasar

4. PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) . Suspensi di Seluruh Pasar

5. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) . Aktifdi Seluruh Pasar

6. PT Golden Plantation Tbk (GOLL) . suspensi di pasar reguler dan tunai

7. PT Panasia lndo Resources Tbk (HDTX) . Suspensi di Seluruh Pasar

8. PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) . Suspensi di Seluruh Pasar

9. PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI). Suspensi di Seluruh Pasar

10. PT Eureka Prima Jakana Tbk (LCGP) . Suspensi di Seluruh Pasar

11.PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) . Aktifdi Seluruh Pasar

12. PT lntcrmedia Capital Tbk (MDIA) . Aktif di Seluruh Pasar

13. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) , Aktif di Seluruh Pasar

14. PT Hanson International Tbk (MYRX) . Suspensi diseluruh pasar

15. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) . Aktif di seluruh pasar

16. PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) . Aktif diseluruh pasar

17. PT SMR Utama Tbk (SMRU) . Suspensi diseluruh pasar

18. PT Sugih Energy Tbk (SUGI) . Suspensi di seluruh pasar

19. PT Triwira lnsani Lestarink Tbk (TRIL) . Suspensi di seluruh pasar

Maka dalam keputusannya, BEI melakukan penghentian sementara perdagangan Efek di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai hari ini Senin (17/2) yang dimulai sesi I perdagangan untuk 7 emitan yaitu MABA, MDIA, MTRA, SKYB, ARTI, DPUM dan SIMA. Disisi lain BEI Memperpanjang suspensi perdagangan Efek untuk 12 Perusahaan Tercatat yaitu ARMY, BTEL, CKRA, GOLL, HDTX, HOME,KBRI,LCGP, MYRX, SMRU, SUGI dan TRIL.(Rizky)

Check Also

Pendapatan Melonjak, Siloam Hospital (SILO) Malah Rugi Rp338 Miliar Di 2019

EmitenNews.com- Kinerja perusahaan pengelola rumah sakit PT Siloam Internasional Hospital Tbk (SILO) pada tahun 2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: