#
Ilustrasi buah impor asal China. Terjadi penurunan impor barang dari China ke Indonesia, sampai 39,6 persen. Namun, pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan membantah penyebabnya wabah virus corona. Data Bea Cukai menunjukkan, impor dari China turun pada pekan kelima Januari 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, Januari 2019. (Dok. Merdeka).

Benar, Impor Barang dari China ke Indonesia Turun 39 Persen, Tetapi Bea Cukai Pastikan Bukan Karena Virus Corona
Pengiriman barang dari China pada pekan kelima Januari 2019 tinggi karena ada lonjakan impor komoditas minyak mentah. Juga ditunjukkan oleh impor mesin, alat berat, dan telepon

EmitenNews.com – Benar. Ada penurunan impor barang dari China ke Indonesia, sampai 39,6 persen. Namun, pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan membantah penyebabnya wabah virus corona. Data Bea Cukai menunjukkan, impor dari China turun pada pekan kelima Januari 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, Januari 2019.

Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (15/2/2020), Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea dan Cukai, Syarif Hidayat, mengungkapkan, pengiriman barang dari China pada pekan kelima Januari 2019 tinggi karena ada lonjakan impor komoditas minyak mentah. Kondisi yang sama juga ditunjukkan oleh impor mesin, alat berat, dan telepon.

“Memang ada perubahan pada dua pekan sebelum dan sesudah Tahun Baru Imlek. Ini siklus tahunan, selalu turun saat Imlek. Selain itu, perdagangan global juga belum pulih,” kata Syarif Hidayat, Kamis (13/2/2020).

Data yang sama menunjukkan, penurunan impor dari China berlanjut hingga pekan pertama Februari 2020. Ada penurunan impor dari Negeri Tirai Bambu sebesar 28,62 persen. Itu terjadi terutama untuk impor barang-barang konsumsi yang turun hingga 46,83 persen. Impor bahan baku dan penolong melorot 31,43 persen dan barang-barang modal 11,52 persen.

Syarif mengaku pihaknya akan terus memantau aktivitas impor China ke Indonesia. Sekarang, kata dia, memang terjadi banyak hal, tapi mungkin bukan dari hal-hal yang berhubungan dengan Virus Corona.

Penurunan impor ini sejalan dengan merosotnya pengiriman barang ke Indonesia dari empat pelabuhan besar di China, Februari 2020 dibandingkan dengan Februari 2019. Pelabuhan itu, antara lain Pelabuhan Qingdao, Pelabuhan Xingang, Pelabuhan Dalian, dan Pelabihan Shanghai.

Penurunan aktivitas impor paling besar terjadi di Pelabuhan Shanghai mencapai 72,37 persen. Diikuti Pelabuhan Dalian 67,77 persen, Pelabuhan Qingdao sebesar 61,83 persen, dan Pelabuhan Xingang 38,11 persen.

Aktivitas pengiriman barang ke Indonesia dari dua pelabuhan besar lainnya di China terlihat masih meningkat. Pelabuhan Lianyungang naik 60,54 persen dan Zhangjiagang 13,43 persen. ***

 

Check Also

Kurva Pandemi Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat, Jumat Ini Bertambah 678 jadi 25.216 Pasien
Achmad Yurianto: berdasarkan hasil pemeriksaan 10.639 spesimen menggunakan mesin PCR dan TCM, total yang sudah diperiksa hingga hari ini 300.545 spesimen

EmitenNews.com – Kurva epidemi kasus virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) di Indonesia terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: