#
Benny Tjokrosaputro bertekad menjadikan MYRX sebagai perusahaan properti jangka panjang (7 Maret 2018). Foto: EN

Benny Tjokro: Dengan Segenap Daya Upaya untuk Meningkatkan Value Hanson International
Siapkan Empat Aksi Korporasi Signifikan Tahun ini

EmitenNews – Komisaris Utama sekaligus pendiri PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro (Tjokro) memaklumi masih banyak keraguan dari berbagai pihak atas kiprahnya di bidang pengembang properti. Dengan segenap daya dan upaya pria yang sudah terlebih dahulu terkenal sebagai investor dan trader saham itu akan menjawabnya.

”Mungkin masih banyak yang ragu. Tapi saya ini (kepemilikan saham di MYRX) majority. Sudah pasti dengan segenap daya dan upaya akan saya lakukan untuk meningkatkan value perusahaan ini,” Benny Tjokro meyakinkan pada acara Hanson Quantum Leap “Fundamental Step for Better Future” di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (07/03).

Setiap langkah perseroan, menurutnya, selalu ada target. Hasilnya akan dievaluasi berdasarkan itu. ”Banyak hal masih akan kita lakukan. Setidaknya tiga sampai empat corporate action signifikan akan dilakukan tahun ini. Nanti keluar satu per satu,” terusnya.

Rencana aksi korporasi itu bagian dari buah keseriusan Benny Tjokro untuk mengembangkan MYRX dan menjadikannya sebagai perusahaan properti dengan prospek jangka panjang (sustainable).

”Setiap malam sebelum tidur saya pikirkan apa lagi yang harus dilakukan Hanson supaya lebih baik lagi,” akunya.

Baca Juga: Benny Tjokro di Bisnis Properti: Warisan Batik Keris dan Menunggang Kuda Ciputra

Satu hal yang pasti, Benny Tjokro akan menjalankan prinsip usaha MYRX di bidang properti tidak berbeda dengan prinsip bisnis yang dibangun orangtuanya di bidang tekstil yaitu Batik Keris. Kuncinya, selalu tersedia bahan baku.

Bahan baku utama di bisnis properti adalah ketersediaan lahan. ”Prinsipnya, kalau misalnya terjual seribu hektar maka beli lagi dua ribu hektar,” dia menganalogikan.

Benny Tjokro tidak terlalu ambil pusing dengan strategi itu walaupun kemudian harus mengorbankan cashflow perusahaan. ”Misalnya kemudian tidak bagi dividen atau lainnya. Terkadang kita harus menahan diri sejenak demi memanen di masa mendatang,” tuturnya.

Sebab kepemilikan lahan menjadi kunci keberlanjutan bisnis properti. Real estate besar selalu punya nilai tambah (added value) lebih tinggi. Tidak pernah sebaliknya.

”Di (sektor) properti, big is beautiful, bigger for beautiful,” tegasnya. Benny Tjokro menyadari mungkin ada pihak yang menganggap ambisinya bersama MYRX seperti mimpi. ”Tapi kalau tidak punya mimpi ya tidak melangkah,” imbuhnya.

Check Also

PT Pakuwon Jati (PWON) Tebar Dividen Rp337 Miliar Setara Rp7 Per Saham

EmitenNews.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyetujui pembagian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *