#
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. (Dok, Tribunnews).

Berhati-hatilah, Modus Penipuan Makin Beragam, Canggih dan Berani
Polisi meringkus tujuh tersangka kasus penipuan jual beli rumah mewah di Jakarta Selatan bermodus notaris palsu

EmitenNews.com – Berhati-hatilah. Modus penipuan makin beragam, canggih, dan berani. Lihat saja. Polisi meringkus tujuh tersangka kasus penipuan jual beli rumah mewah bermodus notaris palsu di wilayah Jakarta. Para tersangka, Dedi Rusmanto, Raden Handi, Arnold Yosep, Henry Primariady, Siti Djubaedah, Bugi Martono, Dimas Okgi Saputra, dan Denny Elza.

Kepada pers, di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020), Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan pengungkapan kasus itu bermula dari laporan salah satu korban,  Indra Hosein, akhir tahun 2019. Korban melaporkan, sertifikat tanahnya digadaikan kepada seorang rentenir.

Para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke (1) KUHP dan atau pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Awalnya, Indra berniat menjual rumahnya di Jakarta Selatan dengan harga Rp70 miliar pada tersangka Diah. Tersangka Diah mengajak korban mengecek keaslian sertifikat tanahnya ke notaris Idham. Ternyata Idham ini notaris palsu yang sengaja disiapkan oleh tersangka.

“Di sana ada tersangka Raden Handi yang mengaku notaris Idham. Di kantor notaris Idham, korban memberikan fotokopi sertifikat untuk dicek di Badan Pertahanan Nasional (BPN) Jakarta Selatan,” kata Kapolda Nana.

Saat itu, korban diwakili oleh temannya yakni Lutfi, ditemani tersangka Dedi Rusmanto mendatangi kantor BPN Jaksel. Dedi menukar sertifikat asli itu dengan sertifikat palsu tanpa sepengetahuan teman korban. Dari aksinya itu, Dedi diketahui mendapat upah sebesar Rp30 juta.

Sertifikat asli itu kemudian diserahkan ke tersangka Dimas Okgi dan Ayu. Keduanya lantas menemui seorang rentenir untuk menggadaikan sertifikat tanah tersebut senilai Rp11 miliar. Uang Rp11 miliar itu ditransfer ke rekening Bank Danamon dan ditarik tunai diserahkan ke tersangka Arnold dan Neneng.

Korban baru menyadari sertifikatnya telah dipalsukan saat ada calon pembeli rumahnya. Ketika ada orang yang mau membeli rumahnya, BPN menyatakan dokumen sertifikatnya palsu.

Atas kejadian itu, Indra mengungkapkan mengalami kerugian atas kasus penipuan itu ditaksir mencapai Rp85 miliar. ***

 

Check Also

Menko Polhukam Sudah Buka Soal Dugaan Korupsi di Asabri, Menteri BUMN Tunggu Audit BPK
Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan korupsi di Asabri, yang jumlahnya tak kalah fantastis dari Kasus Jiwasraya, jumlahnya di atas Rp10 triliun

EmitenNews.com – Menko Polhukam Mahfud MD sudah melempar bola, soal dugaan korups di Asabri yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: