#
Jaksa Pinangki Sirna Malasari. (Dok. Gatra).

Berkas Perkara Jaksa Pinangki dalam Kasus Korupsi dan TPPU Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Kejagung telah menetapkan tiga tersangka. Selain Pinangki, juga Djoko Tjandra, dan Andi Irfan Jaya. Pinangki diduga menerima suap dari Djoko Tjandra USD500.000 atau Rp7,4 miliar

EmitenNews.com – Kejaksaan mematangkan surat dakwaan terhadap Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat segera melimpahkan berkas perkara terkait kasus terpidana Djoko Tjandra itu ke pengadilan untuk memulai persidangan.

Dalam keterangannya Selasa (15/9/2020) malam, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengungkapkan, JPU segera membuat surat dakwaan berdasarkan berkas perkara tindak pidana korupsi dan TPPU atas nama tersangka PSM (Pinangki Sirna Malasari) tersebut.

“Akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tutur Hari Setiyono.

Sebelumnya, berkas perkara untuk tersangka Pinangki dikembalikan JPU kepada penyidik Kejagung karena dinilai belum lengkap. Penyidik melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk JPU. Berkas perkara yang sudah diperbaiki kemudian dilimpahkan kembali kepada JPU.

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, penyidik melimpahkan barang bukti dan tersangka Pinangki kepada JPU. Penyusunan surat dakwaan dilakukan JPU setelah menerima tersangka Pinangki dan barang bukti atau pelimpahan tahap II.

Pinangki disangkakan Pasal 5 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 19 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Pinangki juga dijerat dengan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Selanjutnya, Pinangki ditahan di rutan selama 20 hari. Terhitung sejak Selasa (15/9/2020) sampai 4 Oktober 2020, di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Seperti diketahui dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka; Djoko Tjandra, Pinangki, dan Andi Irfan Jaya. Pinangki diduga menerima suap dari Djoko Tjandra sebesar USD500.000 atau sekitar Rp7,4 miliar.

Sementara itu, Andi diduga menjadi perantara yang memberikan uang tersebut kepada Pinangki. Andi dikabarkan sebagai teman dekat Pinangki. Kejagung menduga ada pemufakatan jahat terkait kepengurusan fatwa dari MA. Fatwa tersebut diurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang menjeratnya. Namun, temuan Kejagung mengungkapkan, pengurusan fatwa tersebut tidak berhasil. ***

 

Check Also

Dua Jenderal Polisi Dipastikan Terima Uang Suap dari Buronan Djoko Tjandra
Duit haram diberikan agar langkah terpidana yang sempat buron selama 11 tahun itu, tak terendus aparat. Polisi akan memperjelas aliran dana itu, mengklarifikasi dengan alat-alat bukti lainnya

EmitenNews.com – Pernyataan Djoko Tjandra soal uang suap untuk kalangan polisi, benar adanya. Dua jenderal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: