#
Per Senin (3/8/2020), penambahan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1.679 orang. Total penderita infeksi virus corona di Tanah Air, hari ini menjadi 113.134 orang. (Dok. Alinea.ID).

Bertambah 1.679 Penderita, Senin Ini Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona di Indonesia jadi 113.134 Orang
Jumlah kasus sembuh dari covid-19, per hari ini bertambah 1.262 orang. Jadi, total akumulatifnya hingga saat ini di Indonesia, ada 70.237 orang sembuh dan dinyatakan negatif virus Corona

EmitenNews.com – Masih terjadi penularan virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) di Indonesia. Per Senin (3/8/2020), penambahan kasus Covid-19 mencapai 1.679 orang. Alhasil sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo, Senin (2/3/2020), total penderita infeksi virus yang dikabarkan berasal dari Wuhan, Hubei, China itu, di Tanah Air, hari ini menjadi 113.134 orang.

Informasi ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disampaikan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada laman www.covid19.go.id, seperti dikutip Senin sore.

Data yang dikumpulkan dalam 24 jam terakhir, mulai Minggu (2/8/2020) sampai Senin siang pukul 12.00 WIB itu, juga menunjukkan, jumlah kasus sembuh dari covid-19, per hari ini bertambah 1.262 orang. Jadi, total akumulatifnya hingga saat ini di Indonesia, ada 70.237 orang sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif virus Corona.

Data yang diumumkan hari ini, juga menyebutkan kasus meninggal dunia bertambah 66 orang. Dengan begitu total penderita infeksi virus corona yang tutup usia sampai hari ini di Tanah Air mencapai 5.302 orang.

Sementara itu, ada sebanyak 77.572 orang yang termasuk kasus suspek dan sebanyak 37.595 orang lagi dalam perawatan. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), suspek merupakan istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

SK Menkes itu menyebutkan, seseorang disebut suspek Covid-19 apabila mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Istilah suspek juga merujuk pada orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19. Bisa juga, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis meyakinkan. ***

 

Check Also

Makassar Masuk Daftar Kota Besar dengan Tingkat dan Laju Kematian Tertinggi di Indonesia
“Pelayanan kesehatan yang baik, penanganan tepat dan cepat pada kasus Covid-19 terutama pada usia rentan dan gejala berat, kunci menekan angka kematian," kata Wiku Adisasmito

EmitenNews.com – Kota Makassar, Sulawesi Selatan masuk daftar kota besar dengan tingkat kematian dan laju …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: