#
Utang swasta meningkat 6,1 persen didominasi sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, termasuk sektor pertambangan dan penggalian dan industri pengolahan. (Dok. Merdeka).

BI dan Pemerintah Terus Tingkatkan Koordinasi Pantau Perkembangan Utang Luar Negeri
Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Indonesia naik dari USD408,6 miliar, Juni 2020 menjadi sekitar USD409,7 miliar per Juli 2020. Jumlah utang itu mencapai Rp6.071 triliun

EmitenNews.com – Bank Indonesia dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan Utang Luar Negeri (ULN), didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. BI mencatat Utang Luar Negeri Indonesia naik dari USD408,6 miliar, Juni 2020 menjadi sekitar USD409,7 miliar per Juli 2020. Jumlah utang itu mencapai Rp6.071 triliun (kurs Rp14.820 per 15 September 2020).

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2020), Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, pertumbuhan ULN pada Juli ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat 5,1 persen (yoy). Perkembangan ini didorong oleh menurunnya pertumbuhan ULN swasta di tengah pertumbuhan ULN pemerintah yang relatif stabil.

Utang terdiri dari ULN sektor publik baik pemerintah dan bank sentral USD201,8 miliar dan ULN sektor swasta termasuk BUMN  USD207,9 miliar, total ULN ini meningkat 4,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Onny merinci utang pemerintah sebesar USD199 miliar atau tumbuh 2,3 persen per Juli 2020. Peningkatan utang ini karena penarikan sebagian komitmen lembaga multilateral dan penerbitan samurai bonds untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. Termasuk guna menangani pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 atau covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Utang swasta meningkat 6,1 persen didominasi sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, termasuk sektor pertambangan dan penggalian dan industri pengolahan.

Kenaikan utang membuat rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ikut naik menjadi 38,2 persen dibandingkan Juni 2020 yang sebesar 37,4 persen. Namun, ULN disebut tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan porsi 89,1 persen dari total ULN. ***

 

Check Also

Makassar Masuk Daftar Kota Besar dengan Tingkat dan Laju Kematian Tertinggi di Indonesia
“Pelayanan kesehatan yang baik, penanganan tepat dan cepat pada kasus Covid-19 terutama pada usia rentan dan gejala berat, kunci menekan angka kematian," kata Wiku Adisasmito

EmitenNews.com – Kota Makassar, Sulawesi Selatan masuk daftar kota besar dengan tingkat kematian dan laju …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: