#
Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto. (Dok. Satu Harapan).

BPS Catat Neraca Perdagangan Indonesia Defisit Rp11,9 Triliun Per Januari 2020
Sedangkan penurunan ekspor nonmigas terbesar dipengaruhi oleh ekspor lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD703,2 juta atau 34,08 persen

EmitenNews.com – Neraca perdagangan Indonesia defisit USD0,85 miliar atau Rp11,9 triliun (kurs 14.000) per Januari 2020. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, defisit neraca perdagangan itu dibukukan dari ekspor Indonesia yang hanya USD13,41 miliar, sedangkan impor USD14,28 miliar.

Dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (17/2/2020), Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekspor Indonesia secara bulanan atau Month to Month (MtM) menurun 7,16 persen dibandingkan Desember 2019. Dalam  sebulan, kinerja ekspor nasional menurun dari USD14,45 miliar jadi USD13,41 miliar. Namun, secara Year on Year (YoY), ekspor menurun 3,71 persen.

Ekspor bulanan ini menurun, karena terjadi penurunan ekspor migas dari USD1,13 miliar menjadi USD 805juta atau turun 28,73 persen. Ekspor nonmigas juga mengalami penurunan dari USD 13,314 miliar menjadi USD 12,60 miliar atau turun sebesar 5,33 persen.

Penurunan terbesar ekspor migas dipengaruhi oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 33,36 persen menjadi USD637 juta. Sedangkan penurunan ekspor nonmigas terbesar dipengaruhi oleh ekspor lemak dan minyak hewan nabati sebesar USD703,2 juta atau 34,08 persen.

Menurut Suhariyanto, rata-rata semuanya merah. Untuk pertanian, month to month menurun, tetapi YoY meningkat. Yang turun cukup besar di antaranya eskpor sarang burung dan biji kakao.

Sementara itu, nilai impor migas nasional tercatat USD14,27 miliar, atau menurun 1,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Demikian pula jika dibandingkan Januari 2019 (YoY), menurun 4,78 persen.

Impor nonmigas USD 12,29 miliar tecatat menurun 7,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MtM). Sedangkan bila dibanding secara tahunan (YoY), menurun 0,69 persen.

Sepanjang Januari 2020, impor barang konsumsi mengalami penurunan paling tinggi di antara golongan barang lainnya, hingga 11,19 persen (MtM). Untuk golongan bahan baku/penolong berkontribusi 1,67 persen atau USD 10,58 miliar. Yang mengalami peningkatan impor, kendaraan dan bagiannya, bahan kimia organik, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia anorganik, berbagai produk kimia. ***

 

Check Also

Karena Pandemi Covid-19, Pemerintah Putuskan Tidak ada Pemberangkatan Jemaah Haji 2020
Bagi calon Jemaah haji yang telah melunasi ongkos perjalanannya, akan diberangkatkan pada 2021. Jika ada yang membutuhkan Bipih yang sudah disetor, silakan diambil

EmitenNews.com – Tidak ada pemberangkatan Jemaah Haji 2020. Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: