#
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyiapkan tiga langkah untuk membeli 85 persen saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). (Dok. CNBC Indonesia)

BTN Siapkan Tiga Langkah untuk Akuisisi 85 persen Saham Anak Usaha PNM
Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat atau Conditional Shares Purchase Agreement, Senin (22/4/2019)

EmitenNews.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyiapkan tiga langkah untuk membeli 85 persen saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Akuisisi saham anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero itu, sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018.

Dari informasi yang dikumpulkan sampai Senin (20/5/2019), dari tujuh agenda RUPS Bank BTN 2019, salah satunya menyetujui pengambilalihan saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management itu. Rapat memutuskan menggunakan sebagian laba 2018 untuk membiayai aksi korporasi BTN dalam mengambilalih mayoritas saham PNMIM itu.

“Kami memberikan apresiasi atas persetujuan para pemegang saham kepada manajemen menjalankan bisnis BTN ke depan, menggunakan sebagian laba 2018 untuk pengembangan bisnis,” kata Direktur Utama BTN Maryono dalam jumpa pers usai RUPST Bank BTN di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Rapat memerintahkan manajemen lebih fokus pada hal-hal yang secara bisnis akan menambah pertumbuhan kinerja perseroan, yang akan membawa manfaat bagi masyarakat dan pemegang saham. Perseroan optimistis menjalankan bisnis BTN ke depan, dengan terus meningkatkan kinerja. Langkah ini bisa memperluas bisnis perseroan, yang memasukkan aksi korporasi dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) periode 2019-2021.

Maryono menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tiga langkah akuisisi PNMIM itu. Pertama, BTN mengakuisisi 30 persen saham PNMIM yang ditargetkan selesai Juni 2019. Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat atau Conditional Shares Purchase Agreement (CSPA), Senin (22/4/2019) silam. BTN menyiapkan anggaran hingga Rp114,3 miliar untuk pembelian saham tahap awal itu.

Tetapi, proses akuisisi saham terlebih dulu harus mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan telah melayangkan rencana pembelian saham PNMIM kepada OJK usai penandatanganan CSPA. Persetujuan OJK penting, karena Maryono mengatakan, langkah-langkah perseroan harus mendapat perstujuan regulator.

Kedua, BTN akan kembali membeli 30 persen saham PNMIM sehingga porsi kepemilikan sahamnya menjadi 60 persen. Menurut Direktur Finance, Treasury, and Strategy BTN Nixon L.P Napitupulu, rencananya pembelian 30 persen saham tahap kedua dilakukan sebelum akhir 2019. Namun, kedua belah pihak belum menentukan besaran valuasi saham lantaran membutuhkan proses audit laporan keuangan PNMIM.

“Akuisisi minoritas menjadi mayoritas itu harganya tidak sama, valuasinya beda. Ini (valuasi) sedang dilakukan berdasarkan laporan keuangan terakhir posisi Maret atau Mei 2019,” jelasnya.

Ketiga direncanakan dilakukan tahun depan. Dalam tahap akhir ini, BTN akan meningkatkan porsi saham menjadi mayoritas, maksimal porsinya menjadi 85 persen. Tetapi, mekanisme akuisisi tahap akhir ini bisa berbeda dari akuisisi tahap pertama dan kedua.

Karena, kata Maryono, belum tentu pihaknya bisa membeli langsung saham PNMIM dari PNM. Tak tertutup kemungkinan PNMIM melakukan right issue, lalu BTN membelinya, sehingga BTN menjadi pemegang saham mayoritas  sampai 85 persen. ***

 

Check Also

PT Gunung Raja Paksi (GGRP) Targetkan belanja modal USD40 Juta pada 2020

EmitenNews.com – Perusahaan industri baja domestik PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) akan menargetkan belanja …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *