#
Bursa Efek Indonesia Mengentikan perdagangan sejumlah emiten yang belum menyelesaikan kewajibannya.

Bursa Efek Suspensi Emiten yang Belum Sampaikan Laporan Keuangan

yang belum menyampaikan laporan keuangan tahun anggaran 2016. Untuk itu otoritas bursa menjatuhkan sanksi berupa peringatan tertulis, denda sebesar Rp150 Juta serta penghentian sementara perdagangan saham.

Bursa Efek Indonesia menyampaikan hal ini dalam keterbukaan informasi, Senin (3/7) dan melakukan suspensi terhadap sejumlah emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan sesuai batas waktu yang telah ditentukan yakni mulai hari kalender ke-91 sejak batas waktu penyampaian.

Penghentian dan perpanjangan penghentian sementara perdagangan Efek, berkenaan dengan kewajiban perusahaan tercatat melakukan pembayaran biaya pencatatan tahunan (ALF) 2017 dan menyerahkan laporan keuangan auditan.

Merujuk pada ketentuan VII.4.2 peraturan bursa nomor IA tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat, diatur bahwa biaya pencatatan tahunan wajib dibayar dimuka oleh perusahana tercatat untuk masa 12 bulan terhitung sejak januari hingga desember dan diterima oleh bursa.

Oleh karena itu, Otoritas Pasar Modal menghentikan sementara perdagangan saham  PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI), PT Inti keramik Alamasri Industri Tbk (IKAI), PT Borneo Lumbung Engeri & Metal Tbk  (BORN),PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL),  PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Eterindo Wahanatama Tbk (Etwa), PT Steady Safe Tbk  (SAFE),  PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) dan PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), PT Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI).

Sementara perpanjangan penghentian sementara perdagangan saham untuk  PT Citra Mahardika Nusantara Corpora Tbk (CPGT), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Borneo Lumbern Energy & Metal Tbk (BORN), PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI) dan PT SKybee Tbk (SKYB)

Adapun 17 emiten yang belum menyelesaikan laporan keuangan yakni :

  1. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)
  2. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
  3. PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)
  4. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  5. PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
  6. PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI)
  7. PT Prabu Ratu Energi Tbk (ARTI)
  8. PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA)
  9. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN)
  10. PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU)
  11. PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CPGT)
  12. PT Skybee Tbk (SKYB)
  13. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS)
  14. PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA)
  15. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)
  16. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)
  17. PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI)

Check Also

Jelang Resesi Ekonomi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi Pemulihan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan melaksanakan fungsi countercyclical yang efektif pada kuartal ketiga tahun 2020 untuk menjaga stabilitas sistem keuangan

EmitenNews.com – Jelang resesi ekonomi, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Kementerian Keuangan mempersiapkan pemulihan ekonomi Indonesia …

%d bloggers like this: