#
Ilustrasi Bandara Mozes Kilangin Papua. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan keinginan daerah menutup penerbangan bisa saja terwujud, tapi harus ada koordinasi terlebih dulu. Kewenangan penutupan bandara itu ada pada Kementerian Perhubungan. (Dok. Salam Papua).

Cegah Corona, Daerah Boleh Saja Berkeinginan Tutup Penerbangan Asal Penuhi Syarat
Pemerintah Provinsi Papua menutup akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Bumi Cendrawasih itu, setelah status siaga darurat virus corona mulai 26 Maret hingga 9 April 2020

EmitenNews.com – Boleh-boleh saja pemerintah daerah berkeinginan menutup sementara penerbangan ke wilayahnya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tetapi, harus berkoordinasi. Perlu diingat juga, kewenangan penutupan bandara ada pada Kementerian Perhubungan. Pemerintah Provinsi Papua sudah menutup akses penerbangan, dan pelayaran untuk mencegah virus corona, 26 Maret-9 April 2020.

Kementerian Perhubungan merespon keinginan sejumlah pemerintah daerah untuk menutup penerbangan guna mencegah penyebaran virus corona. Dalam keterangan persnya yang dikutip Kamis (26/3/2020), Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan keinginan itu bisa saja terwujud, tapi harus ada koordinasi terlebih dulu.

Penutupan atau larangan bagi penerbangan angkutan udara niaga maupun angkutan udara bukan niaga yang mengangkut penumpang untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, pada prinsipnya dapat dilakukan. Tetapi, perlu dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada Badan Usaha Angkutan Udara maupun kepada pengguna jasa penerbangan.

Sejumlah faktor juga harus diperhatikan saat membicarakan keinginan menutup penerbangan ini. Pertama, penutupan bandara itu kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Karena itu, penutupan bandar udara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dievaluasi,.

Kedua, bandara merupakan objek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang, tapi juga angkutan kargo, logistik dan pos. Layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Ketiga, bandara juga mempunyai fungsi sebagai bandar udara alternatif (alternate aerodrome) bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional. Di luar itu, bandara juga melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis (medivac evacuation) serta untuk mengangkut sampel tes Covid-19.

Keempat, pelayanan navigasi penerbangan (Airnav Indonesia) juga tidak dapat ditutup. Pasalnya, layanan itu tidak hanya untuk penerbangan dari dan ke bandar udara setempat. Tetapi, juga melayani penerbangan yang melalui bandar udara tersebut atau yang ada pada ruang udara yang menjadi wilayah kerja pelayanannya.

Novie memastikan akan melakukan koordinasi intensif bersama pemda setempat dan seluruh pemangku kepentingan sehingga maksud pemerintah daerah tersebut dapat terpenuhi dengan risiko minimal. Ia berharap dengan koordinasi dan komunikasi terus-menerus, semua maksud baik untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini dapat diatasi.

Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menutup akses jalur penerbangan dan pelayaran ke Bumi Cendrawasih itu, setelah status siaga darurat virus corona di wilayah itu sejak 17 Maret 2020. Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, mulai 26 Maret hingga 9 April 2020, akses orang atau penumpang baik melalui laut maupun udara akan ditutup sementara. Tetapi, akan diperpanjang jika terjadi peningkatan kasus virus corona di Papua.

“Namun untuk angkutan barang dan bahan makanan tetap akan dibuka,” kata Gubernur Enembe seusai memimpin rapat Forkopimda terkait COVID-19 di Jayapura, dikutip Antara, Selasa (24/3/2020). ***

 

Check Also

Hari Ini, Jiwasraya Bayar Klaim 15 Ribu Nasabah Sebesar Rp470 Miliar

EmitenNews.com – PT Asuransi Jiwasraya (Persero)  akhirnya mulai membayarkan klaim nasabah untuk tahap pertama pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: