#
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (dua kanan) meresmikan ekspor perdana bus tingkat tipe high decker berjenis SR2 XHD Prime produksi CV Laksana, Ungaran, Jawa Tengah, ke Bangladesh. Seremonial ini dilangsungkan di area JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/3/2019) bertepatan ajang Busworld South East Asia 2019. (Dok. Jateng Bisnis).

CV Laksana Manfaatkan Insentif Pajak, Ekspor Bus Tingkat ke Bangladesh
Perusahaan karoseri ini menggunakan fasilitas pembebasan bea masuk untuk sasisnya, karena akan diekspor. Pabrikan asal Ungaran, Jawa Tengah ini menyasar pasar ekspor

EmitenNews.com – CV Laksana memanfaatkan betul insentif pajak yang diberikan pemerintah. Perusahaan karoseri ini menggunakan fasilitas keringanan dari bea cukai berupa pembebasan bea masuk untuk sasisnya, karena akan diekspor. Pabrikan asal Ungaran, Jawa Tengah tersebut mengekspor 10 bus tingkat ke Bangladesh.

Dalam informasi yang dikumpulkan Minggu (23/2/2020), Technical Head Manager Karoseri Laksana, Stefan Arman, mengatakan, bus tipe SR2 XHD Prime yang dijual ke pasar Bangladesh memiliki spek kurang lebih sama dengan unit untuk konsumen di Indonesia. Secara model desain eksterior dan interior, sekilas sama dengan yang dilempar di pasar Indonesia.

Meski terlihat sama, ada sejumlah detail yang dibedakan sesuai permintaan. Yakni meliputi dimensi dan desain bodi. Dari dimensi, di Indonesia bus tipe ini panjangnya sekitar 13 meter. Di Bangladesh bisa sampai Rp13,5-14,5 meter, sesuai keinginan konsumen di sana. Harganya sekitar Rp3 miliar per unit.

Seperti diketahui CV Laksana, perusahaan karoseri pembuat bodi dan interior bus, baru meresmikan ekspor perdananya ke Bangladesh. CV Laksana mengekspor jenis bus high decker berjenis SR2 XHD Prime. Seremonial ini dilangsungkan di area JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/3/2019) bertepatan ajang Busworld South East Asia 2019.

Bus tingkat yang diekspor ke Bangladesh itu sebanyak 10 unit. Seremoni pelepasannya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain dimensi, jenis sasis yang digunakan untuk pasar Bangladesh juga berbeda tapi masih satu merek. “Tipe sasis yang digunakan berbeda dengan yang dijual di Indonesia. Tetap pakai Scania, tapi yang low entry.”

Secara layout interior Legacy SR2 Double Decker Bangladesh juga memiliki perbedaan. Posisi tangga berbeda, juga jumlah kursi juga. Untuk yang dikirim ke Bangladesh kursinya lebih banyak. ***

 

Check Also

Karena Pandemi Covid-19, Pemerintah Putuskan Tidak ada Pemberangkatan Jemaah Haji 2020
Bagi calon Jemaah haji yang telah melunasi ongkos perjalanannya, akan diberangkatkan pada 2021. Jika ada yang membutuhkan Bipih yang sudah disetor, silakan diambil

EmitenNews.com – Tidak ada pemberangkatan Jemaah Haji 2020. Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: