Dalam Lima Tahun, Laba Bank BTN Tumbuh 27,89 Persen

Marco

Profil Emiten Monday, 23rd April 2018 4:39:17 PM • 4 weeks ago


EmitenNews – Capaian kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk hingga Maret 2018 yang tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional dengan apresiasi positif dari Komisi XI DPR RI. Dukungan Bank BTN atas Program Satu Juta Rumah juga sukses mengantarkan perseroan terus memimpin pasar kredit pemilikan rumah (KPR) dan KPR Subsidi.

Bank BUMN ini terus berkomitmen mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif dan berkelanjutan. Dalam lima tahun terakhir terhitung mulai Desember 2013 hingga Desember 2017, Bank BTN mencatatkan rata-rata pertumbuhan kredit (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 18,63 persen dari Rp100,47 triliun menjadi Rp199 triliun. Per Maret 2018, pertumbuhan kredit Bank BTN pun berada di level 19,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp202,5 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut tercatat berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Bank Indonesia menyebutkan kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,2 persen yoy per Februari 2018.
“Apresiasi Komisi XI atas kinerja kami akan menjadi pemacu bagi kami untuk terus meningkatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan. Kami meyakini tahun ini akan mampu mencapai target pertumbuhan bisnis sesuai target yang ditetapkan,” kata Direktur Utama Bank BTN Maryono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (23/4).

Kredit perumahan masih mendominasi penyaluran pinjaman emiten bersandi saham BBTN ini yakni sebesar 91,09 persen per Maret 2018. Pada kredit perumahan tersebut, KPR tercatat tumbuh 22,37 persen yoy dari Rp121,71 triliun per Maret 2017 menjadi Rp148,95 triliun di bulan yang sama tahun ini. Bank BTN juga mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 20,76 persen dalam lima tahun terakhir dari Rp67,97 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp144,58 triliun di Desember 2017.

Dengan penyaluran tersebut, Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 37 persen per Desember 2017. Bank BTN pun masih mendominasi pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 95 persen pada akhir tahun lalu. Sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung Program Satu Juta Rumah, Bank BTN juga telah menyalurkan kredit perumahan untuk 278.262 unit rumah dengan nilai kredit sebesar Rp24,25 triliun per Maret 2018. Realisasi penyaluran tersebut telah mencapai 37,1 persen dari total target dukungan Bank BTN terhadap Program Satu Juta Rumah yakni sebanyak 750.000 unit rumah pada 2018.

Pertumbuhan positif pinjaman tersebut juga diikuti dengan perbaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) nett yang berada di level 1,78 persen per Maret 2018 atau turun dari 2,35 persen di bulan yang sama tahun lalu. “Kami tetap mengutamakan asas kehatian-hatian dalam penyaluran kredit. Kami meyakini angka tersebut akan terus turun sejalan dengan upaya untuk memperbaiki kualitas kredit dan meningkatkan penyaluran kredit,” ujar Maryono.

Peningkatan positif penyaluran kredit Bank BTN pun turut mengerek naik posisi aset perseroan. Per Maret 2018, aset Bank BTN tercatat naik 20,73 persen yoy menjadi Rp258,74 triliun. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan aset Bank BTN juga mencapai 18,81 persen dari Rp131,17 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp261,37 triliun pada bulan yang sama tahun 2017.

Kinerja positif Bank BTN juga mengerek naik perolehan laba perseroan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan laba Bank BTN mencapai sebesar 17,99 persen dari Rp1,56 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp3,02 triliun pada akhir 2017. Per Maret 2018, laba BBTN pun naik 15,13 persen yoy menjadi Rp684 miliar. Posisi pertumbuhan tersebut juga berada di atas kenaikan laba industri perbankan di Tanah Air. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam laba perbankan nasional hanya naik sebesar 9,69 persen yoy per Februari 2018.

Di sisi lain, Bank BTN pun telah mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,54 persen yoy menjadi Rp194,48 triliun per Maret 2018. Pos tabungan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan 43,35 persen yoy. Kemudian, giro Bank BTN pun naik 22,55 persen yoy dan deposito tumbuh 16,87 persen yoy. Dengan kenaikan giro dan tabungan, porsi dana murah (current account and savings account/CASA) perseroan pun terus naik dari 46,04 persen pada Maret 2017 menjadi 48,95 persen pada Maret 2018.

Menurut Maryono, dalam menghimpun simpanan masyarakat, perseroan terus mengutamakan Good Corporate Governance (GCG). “Kami juga berterima kasih pada Komisi XI yang mengingatkan manajemen untuk mengutamakan GCG dari menjalankan bisnis,” tutur Maryono.

Adapun, terkait permintaan Komisi XI DPR RI agar Bank BTN berhati-hati dalam mengelola dana masyarakat untuk tetap menjaga kepercayaan kepada perbankan, disambut positif Maryono sebagai tambahan semangat perseroan yang dipimpinnya tetap GCG.

Maryono menjelaskan pihaknya akan menindak tegas karyawan perseroan yang terlibat pada kasus yang merugikan nasabah dan terbukti melanggar hukum. BTN juga akan membantu pihak berwenang untuk mengawal proses hukum jika terjadi kasus tersebut.

“Perseroan akan mematuhi dan menghormati proses hukum yang berlaku dan tidak akan melindungi pihak manapun yang terkait dengan kasus yang secara hukum terbukti salah dan merugikan nasabah,” tegas Maryono.

Maryono mengungkapkan pihaknya pun akan terus meningkatkan keamanan pelayanan jasa dan produk perseroan demi kenyamanan nasabah. Maryono juga menghimbau kepada nasabah perseroan untuk bekerjasama dengan bank dalam memastikan proses layanan perbankan itu sesuai prosedur dan didukung dokumen yang sah dari bank.
“Untuk keamanan transaksi perbankan kami menghimbau nasabah untuk melakukan transaksi di kantor cabang Bank BTN yang secara sistem tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
fsp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *