Di Depan Dubes Indonesia, Menko Perekonomian Jelaskan Kondisi Perekonomian Nasional

Besarnya impor untuk pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah membuat neraca perdagangan defisit

M Nasir

Ekonomi Update, Makro & Moneter Thursday, 7th February 2019 1:50:09 PM • 2 weeks ago


EmitenNews – Di hadapan Duta Besar Indonesia sejumlah Negara sahabat, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan kondisi perekonomian nasional. Salah satu yang jadi sorotan dalam pertemuan di kantor Kemenko Perekonomian itu, defisit transaksi berjalan. Kondisi tersebut dipengaruhi besarnya impor untuk menggenjot pembangunan infrastruktur.

Kepada pers, di kantornya, Rabu (6/2/2019), Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, seluruh komponen ekonomi menunjukkan kinerja cukup baik dalam beberapa waktu belakangan. Sayangnya, besarnya impor untuk pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah itu, membuat neraca perdagangan defisit.

“Ekspor kita tidak terlalu bagus bersamaan dengan sejak 10 tahun terakhir migas kita defisit,” kata mantan Gubernur Bank Indonesia itu.

Beberapa komponen ekonomi yang diklaim menunjukkan kinerja positif, antara lain penurunan tingkat kemiskinan, pengurangan angka pengangguran hingga pengendalian inflasi. Darmin menyebutkan, dilihat dari pertumbuhan inflasi, tingkat pengangguran, kemiskinan, kemudian gini ratio, boleh dikatakan pertumbuhan ekonomi kita perkembangannya kualitasnya baik.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyebutkan,  perhelatan internasional seperti Asian Games dan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, di Bali, mampu mendongkrak nilai ekspor Indonesia, terutama di bidang jasa. Dari dua event internasional tersebut, ekspor jasa tumbuh 5,64 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor barang yang hanya tumbuh 4,18 persen.

“Jadi bisa dilihat ekspor barang dan jasa tumbuh 4,33 persen, ini bisa dipisah ekspor barang dan jasa. Barang ekspornya 4,18 persen dan jasa tumbuh 5,64 persen,” kata pria yang karib disapa Kecuk ini.

Tingginya pertumbuhan ekspor jasa tersebut juga tidak lepas dari peningkatan jumlah wisatawan mancanegara selama dua event itu berlangsung. Data Bappenas menunjukkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Asian Games hampir 80 ribu orang.

Total pengeluaran para wisatawan tersebut Rp3,7 triliun, terdiri dari wisman Rp1,9 triliun dan pengeluaran wisatawan nusantara sebanyak Rp1,8 triliun. Sebagian pengeluaran tersebut dibelanjakan untuk souvenir, sewa kamar hotel dan makanan serta minuman.

Untuk pertemuan IMF World Bank di Bali, berdasarkan data kolektif yang diperoleh Bappenas menunjukkan, dampak ekonomi langsung Pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-WB periode 2017-2018 sejak persiapan hingga pelaksanaan sebesar Rp5,5 triliun. ***

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *