#
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Royke Tumilaar mengkhawatirkan penyebaran virus Corona akan memicu kenaikan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). Jika penyebaran virus asal Wuhan, China itu tak segera teratasi, kredit macet Bank Mandiri dapat merangkak naik sebesar 0,2 hingga 0,3 persen. (Dok. Kementerian BUMN).

Dirut Bank Mandiri Khawatir Penyebaran Virus Corona Picu Kenaikan Kredit Macet
Jika penyebaran virus asal Wuhan, China itu tak segera teratasi, kredit macet Bank Mandiri dapat merangkak naik sebesar 0,2 hingga 0,3 persen

EmitenNews.com – Ini kekhawatiran Royke Tumilaar. Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) itu, mengkhawatirkan penyebaran virus Corona akan memicu kenaikan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL). Jika penyebaran virus asal Wuhan, China itu tak segera teratasi, kredit macet Bank Mandiri dapat merangkak naik sebesar 0,2 hingga 0,3 persen.

Seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Mandiri, Rabu (19/2/2020), yang antara lain mengangkat Muhammad Chatib Basri sebagai komisaris utama, Royke menambahkan, wabah tersebut juga berpotensi menyeret kinerja Bank Mandiri pada semester I tahun 2020. Ia menyebutkan, semester I/2020 pasti akan melambat, yakin dengan situasi corona ini pasti akan berdampak.

“Kalau wabah Virus Corona sampai 6 bulan, kredit macet ada kenaikan 0,2 persen sampai 0,3 persen,” katanya.

Pada 2019, Bank Mandiri mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) sebanyak 40 basis poin dari tahun sebelumnya di 2,79 persen menjadi 2,39 persen.

Untuk penyaluran kredit, Bank Mandiri mencatatkan pencapaian Rp792,35 triliun dengan komposisi jumlah kredit macet Rp18,84 triliun.

Seperti diketahui Virus Corona tengah mewabah di China dan beberapa negara di dunia. Sampai Rabu (19/2/2020), virus tersebut sudah membunuh 2.005 orang, selain sudah menginfeksi 75.121 orang lainnya. Royke menyebut penyebaran virus tersebut akan menimbulkan dampak besar ke ekonomi dalam negeri.

Dampak paling besar sudah terasa pada sektor pariwisata dan penerbangan. Pemerintah sudah melarang maskapai melayani penerbangan dari dan ke China. Selain itu, kata Royke, virus juga akan berimbas pada industri, terutama yang bergantung pada bahan baku impor dari Negeri Tirai Bambu. “Industri akan kami lihat impor china seperti apa, bisa saja otomotif yang spare part-nya dari China ini produksinya berkurang.” ***

 

Check Also

Indo Tambangraya Megah (ITMG) Bagi Dividen Rp570 Per Saham. Ini Jadwal Pembagiannya

EmitenNews.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) bagikan dividen final tahun buku 2019 sebesar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: