#
salah satu produk PT Inter Delta (INTD).(Foto:Dok)

Disuspen BEI Karena Harga Saham Melonjak. Ini Kinerja PT Inter Delta (INTD) Kedepannya

EmitenNews.com – PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) saham PT Inter Delta Tbk (INTD) karena terjadinya lonjakan harga saham secara kumulatif yang signifikan hari ini 13 November 2019.

Mengutip keterbukaan informasi BEI pada Rabu (13/11), saham INTD sudah tidak dapat kembali diperdagangan di pasar reguler dan pasar tunai sejak perdagangan sesi I pagi ini.

Baca juga: Penjualan Naik Tipis, PT Inter Delta (INTD) Masih Rugi Rp503 Juta di Semester I 2019

Aktivitas Tak Wajar, BEI Cermati Pergerakan Saham PT Inter Delta (INTD)

 

BEI mengimbau agar para pemegang saham atau investor dapat memantau keterbukaan infomasi hingga pengumuman BEI selanjutnya.

Saham INTD mulai reli pada perdagangan 31 Oktober 2019. Saat itu, INTD naik 4,34 persen ke level Rp240 per saham. Tren penguatan INTD berlanjut pada perdagangan 1 November hingga 12 November 2019 dengan kenaikan kumulatif sebesar 220 poin dari level harga akhir Oktober 2019 atau 91,66 persen ke level Rp460 per saham.

Pada publik expose insidentil di BEI Selasa (12/11), Presiden Direktur PT Inter Delta Tbk, Joe Marco Lesmana menjelaskan, hingga kuartal III tahun ini, perseroan membukukan penjualan bersih senilai Rp64,45 miliar atau tumbuh 7,60 persen secara tahunan. Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,19 miliar atau turun 68,52 persen secara tahunan.

Perseroan saat ini tengah bersiap merambah bisnis baru di luar segmen yang berhubungan dengan produk kertas cetak foto. Saat ini, manajemen Inter Delta masih tahap proses negosiasi dengan pihak prinsipal.

Selain itu perseroan berencana mengembangkan bidang usaha baru antara lain di sektor makanan (daging sapi), minuman serta makanan sehat.

Namun, saat ini masih dalam tahap negosiasi dengan prinsipal. Untuk minuman dan makanan sehat, perizinannya masih dalam proses di BPOM.

Saham INTD mulai reli pada perdagangan 31 Oktober 2019. Saat itu, INTD naik 4,34 persen ke level Rp240 per saham. Tren penguatan INTD berlanjut pada perdagangan 1 November hingga 12 November 2019 dengan kenaikan kumulatif sebesar 220 poin dari level harga akhir Oktober 2019 atau 91,66 persen ke level Rp460 per saham.

Check Also

Dampak Covid-19, Ini Yang Akan Dilakukan Fajar Capital (SFAN) Kedepan

EmitenNews.com- Perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi, jasa, konsultasi manajemen PT Surya Fajar Capital Tbk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: