Divestasi 51 Persen Saham Selesai, Freeport Pastikan Komitmen Bangun Smelter

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin siap transfer pembayaran USD3,85 miliar paling lambat November 2018, yang didanai sindikasi 11 bank

M Nasir

Ekonomi Update, Energi Friday, 28th September 2018 7:22:53 PM • 4 weeks ago


EmitenNews – Ini komitmen PT Freeport Indonesia (PTFI). Perusahaan tambang itu, menegaskan kembali komitmennya membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian konsentrat atau smelter, usai divestasi 51 persen saham oleh pemerintah Indonesia, Kamis (27/9/2018). Pembangunan smelter itu bagian dari perjanjian jual beli saham itu.

Kepada wartawan, Kamis (27/9/2018) malam, Vice President Corporate Communications PTFI Riza Pratama mengatakan, smelter itu memang bagian dari persetujuan. Jadi, kalau divestasi ini selesai, kata dia, pembangunannya segera dilaksanakan.

Freeport sudah menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan smelter dengan memberi jaminan pembangunan kepada pemerintah. Menurut Riza, PTFI pun telah melakukan engineering design dan proses penguatan tanah sebagai persiapan pembangunan smelter, yang lokasinya sudah ditentukan, di Gresik, Jawa Timur.

Riza Pratama mengungkapkan, pembangunan smelter merupakan satu dari empat poin kesepakatan antara pemerintah dengan Freeport yang dicapai tahun lalu. Tahapan pembangunan smelter segera dimulai setelah proses pembayaran atas 51 persen saham Freeport oleh Inalum selaku induk holding BUMN pertambangan rampung.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pihaknya siap transfer secara penuh pembayaran USD3,85 miliar atau Rp55,4 triliun paling lambat November 2018. Pembayaran untuk pengalihan 51 persen saham bagi Indonesia itu didanai melalui sindikasi 11 bank.

Riza memastikan, setelah semua kesepakatan selesai, pembangunan smelter dijalankan. Smelter baru PTFI di Gresik itu, akan memproduksi 60 persen dari keseluruhan konsentrat. Sedangkan 40 persen sisanya masih diproduksi di smelter lama PTFI yang juga berlokasi di Gresik.

Mengenai kemungkinan membangun smelter lain di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menurut Riza, terus berproses. PTFI bersama pihak terkait masih melakukan studi lebih lanjut guna memastikan apakah tetap bangun smelter di Sumbawa atau tidak.

Seperti diketahui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menandatangani Sales and Purchase Agreement/SPA, Kamis (27/9/2018). Dari Perjanjian pengalihan saham PT Freeport Indonesia dari PT Freeport McMoran Inc dan PT Rio Tinto Indonesia itu, Inalum sebagai BUMN holding tambang, resmi memiliki 51 persen saham Freeport Indonesia.

Sesuai kesepakatan yang ditandatangani pemerintah dengan Freeport-McMoRan Inc, 12 Juli lalu, Inalum akan membeli saham Freeport Indonesia senilai USD3,85 miliar atau sekitar Rp55,4 triliun. Sebanyak USD3,5 miliar di antaranya untuk membayar hak partisipasi Rio Tinto di tambang Grasberg Freeport Indonesia yang akan dikonversi menjadi saham.

Sedangkan USD350 juta sisanya, untuk membeli saham Indocopper di Freeport Indonesia, yang sepenuhnya dimiliki oleh Freeport-McMorran. Setelah proses transaksi rampung, total kepemilikan saham Inalum di Freeport Indonesia akan menjadi 51,23 persen.

Menurut Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, proses pengalihan saham sudah rampung, dan tinggal melakukan berbagai tahapan administrasi. Setelah itu, kata dia, menunggu Freeport Indonesia mengirimkan surat kepada Kementerian ESDM sebagai regulator untuk mengubah susunan pemegang saham.

Dengan begitu Kementerian ESDM bisa mengakhiri Kontrak Karya (KK) dan mengubahnya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), sesuai proses penyelesaian transaksi pembelian saham.

Pada kesempatan penandatangan pengalihan saham itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang terlibat dalam pengambilalihan saham tersebut. “Inalum sebagai eksekutor. Prosesnya tak mudah, detail negosiasi ini saya akui prosesnya pelik.”

Penandatangan perjanjian transaksi itu, tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian awal (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-McMoran, Rio Tinto, dan Inalum, 12 Juli 2018. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *