#

Dua Pabrik HMSP Andalkan Energi Terbarukan Sampai 20 Tahun

EmitenNews – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) serius menggarap potensi energi terbarukan di Indonesia. Anak usaha Philip Morris International itu akan mengandalkan sumber energi ramah lingkungan itu untuk dua pabrik sigaretnya di Karawang dan Surabaya untuk 20 tahun mendatang dengan target pengurangan emisi karbon sebesar 30 persen.

Sejak April 2017, proyek energy terbarukan milik HMSP resmi beroperasi setelah dikembangkan sejak 2016. Proyek dimaksud adalah sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya di pabrik perseroan di Karawang, Jawa Barat dan Kantor Pusat perseroan di Surabaya, Jawa Timur.

Sumber energi ramah lingkungan itu dilengkapi dengan sistem tipe on-grid. Sistem pembangkit listrik tenaga surya di Karawang dibangun untuk secara langsung memasok listrik ke lini produksi sigaret kretek mesin (SKM).

Berkapasitas 449 KiloWatt peak power (KWp), sistem itu dapat menghasilkan listrik sebesar 609 MegaWatt per Hour (MWH) per tahun.

Selain itu, panel surya atap di Surabaya menghasilkan listrik yang disalurkan ke kantor dan fasilitas produksi sigaret kretek tangan berkapasitas 63 KWp yang menghasilkan listrik sebesar 93 MWH per tahun. Perpaduan kedua sistem tersebut akan mengurangi emisi karbon HMSP sebesar 603.479 kg per tahun.

”Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Sampoerna mempunyai komitmen besar dalam mengembangkan bisnis yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Komitmen ini mencakup pengurangan emisi karbon, pemanfaatan energi alternative, dan efisiensi energi,” ujar President Director HMSP, Mindaugas Trumpaitis, dalam keterangan resminya, hari ini (12/07).

Sumber energi terbarukan milik HMSP itu lebih besar dibandingkan laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) tahun 2015 bahwa kapasitas energi surya di terpasang Indonesia hanya sebesar 22 MW. Sebagian besar terdiri dari solar home system dan pabrik fotovoltaik berskala kecil.

Padahal, kata Trumpaitis, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Terletak di garis khatulistiwa, kepulauan Indonesia mendapatkan banyak manfaat dari intensitas matahari dalam jumlah besar.

Menurut laporan Badan Energi Internasional tahun 2015, negara ini memiliki potensi energi matahari sekitar 1.200 GigaWatt (GW) sementara 1 GW daya saja sudah cukup menyediakan energi untuk sekitar 700.000 rumah.

HMSP menargetkan dari peresmian sumber energi terbarukannya pada April 2017 itu mampu memasok kebutuhan energi jangka panjang hingga lebih dari 20 tahun ke depan.

”Peresmian fasilitas panel surya kami di Karawang dan Surabaya merupakan terobosan untuk pengembangan energi terbarukan di sektor swasta. Inisiatif ini sangat penting dalam mendorong penerapan teknologi berkelanjutan baru dan upaya pendukung untuk mengurangi emisi CO2 yang menghasilkan udara yang lebih bersih bagi kita dan untuk Indonesia,” tuturnya.

Dia mengklaim pembangunan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan salah satu contoh terbaru dari banyak program yang akan dihadirkan HMSP. Mengatasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi terkait bahan bakar fosil juga merupakan salah satu fokus PT Philip Morris Indonesia (PMI) sebagai pemegang saham pengendali HMSP.

Pada tahun 2015, PMI mengklaim berhasil mencapai 24 persen hingga melampaui target 20 persen dalam mengurangi emisi terkait bahan bakar fosil dari pengoperasian produksi. Dengan fasilitas baru itu pihaknya pasang target yang lebih tinggi agar PMI dapat mencapai 30 persen pengurangan jejak karbon di seluruh rantai nilainya pada tahun 2020.

”Sebagai bagian dari komitmen Sampoerna bersama dengan perusahaan induk, kami telah menerapkan Program Manajemen Energi untuk menyesuaikan dan fokus pada pengurangan konsumsi energi dan jejak kaki karbon kami,” akunya.

Sejak beberapa tahun yang lalu, PMI telah berinvestasi dalam jumlah besar untuk program penghematan energi dengan meningkatkan sistem utilitas, pencahayaan dan pemulihan panas, serta mode tidur diam untuk mesin, dan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap program penghematan energi.

Check Also

Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Kini Menghuni Lapas Anak Wanita Tangerang
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/11/2019), menghukum Sri Wahyumi empat tahun dan enam bulan penjara. Mahkamah Agung mengabulkan PK-nya menjadi dua tahun  

EmitenNews.com – Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip kini menghuni Lapas Anak Wanita …

%d bloggers like this: