#
Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Dok. Suara).

EFY, Petugas Kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta itu Bak Pagar Makan Tanaman
Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta menetapkan petugas kesehatan berinisial EFY sebagai tersangka pemerasan dan penipuan terhadap penumpang perempuan terminal 3

EmitenNews.com – EFY bak pagar yang tega memakan tanaman. Petugas kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Cengkareng, Tangerang Banten itu, dituding melakukan pemerasan dan penipuan terhadap perempuan penumpang berinisial LHI. Untuk Polres setempat sudah menetapkannya sebagai tersangka. Soal tuduhan pelecehan seksual, aparat Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan penyelidikan.

“Iya benar ditetapkan menjadi tersangka terkait penipuan dan pemerasan. Untuk kasus pelecehannya, tim masih terus selidiki,” ungkap Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander, Selasa (22/9/2020).

Pihak Kepolisian masih menyelidiki terkait pelecehan yang dialami korban LHI. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan para saksi dan ahli dalam perkara tersebut. Polisi berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bali, untuk mencari bukti pidana pelecehan itu.

Alexander mengatakan, untuk penambahan alat bukti, pembuktian dugaan tindak pidana pelecehan, pihaknya membutuhkan bantuan petugas P2TP2A untuk membuktikan paling tidak bahwa si korban ini traumatik. Hasil pemeriksaannya masih berjalan prosesnya di P2TP2A.

Terkait tindak pidana yang dilakukan tersangka, Polisi baru menerima satu laporan masyarakat yang menjadi korban. Namun, dimungkinkan akan bertambahnya korban setelah kasus ini selesai. LHI melaporkan EFY dalam kasus pelecehan, dan pemerasan. “Yang melapor baru satu orang yang merasa telah dilecehkan dan diperas. Kemungkinan ada korban lainnya.”

Polisi sudah menemukan indikasi penipuan oleh dokter yang saat itu mendampingi korban. Belakangan diketahui, EFY bukanlah dokter. Ia hanyalah relawan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, dokter itu diduga mengubah hasil rapid test asalkan korban bersedia merogoh kocek senilai Rp1,4 juta. Saat itu, korban tak menolak.

” Korban menuruti, lalu mentransfer uang yang diminta melalui e-banking,” papar Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (22/9/2020).

Dugaan itu muncul usai penyidik dari Polresta Bandara Soekarno Hatta memeriksa korban. Saat itu, korban menunjukkan bukti transfernya.

Untuk kasus pelecehan polisi melakukan berbagai upaya, di antaranya memeriksa kamera pengawas di lokasi kejadian. Polisi melakukan cross check dari alat bukti yang ada, keterangan saksi-saksi dan keterangan.”

Kasus yang dialami LHI itu, sempat ramai di media sosial. Korban menuliskan apa yang dialaminya, sampai akhirnya polisi turun tangan, dengan melakukan penyelidikan. ***

 

Check Also

PT Angkasa Pura II Hentikan Sementara Layanan Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta ke China
Kebijakan penghentian itu ditempuh untuk mencegah penyebaran virus corona. Sebelumnya pemerintah memulangkan warga Indonesia dari Wuhan, China

EmitenNews.com – PT Angkasa Pura II telah menghentikan sementara layanan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: