ETF Kian Berkembang, Pinnacle Investment Luncurkan Produk Efisien Berbasis IDX30

RS gen

Reksa Dana Wednesday, 30th May 2018 2:11:56 PM • 3 weeks ago


EmitenNews– Platform untuk produk investasi di pasar modal terus berkembang. Termasuk Exchange Traded Fund (ETF) sejalan dengan terus berkembangnya salah satu alternatif produk investasi di pasar modal itu.

PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle investment) menjadi bagian dari pihak yang terus mengembangkan dan memerluas platform ETF. Platform terbarunya yaitu ETF passive+ / Beta+ yang diklaim kali pertama di Indonesia resmi diperkenalkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini (30/05).

Pinnacle ETF dicatatkan di BEI pagi ini dengan tickeratau kode XPID. Menggunakan indeks IDX30 sebagai indeks acuan tolok ukur dan bertujuan untuk mengikuti kinerja dari “We“ IDXSO; pada 998i yang bersamaan XPID juga akan mengoptimalkan kinerja dari indeks (IDX) 30 dengan pembobotan berdasarkan market kapitalisasi yang lebih optimal sambil memertahankan tingkat risiko yang setara dengan iDXSO.

CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra, mengungkapkan pihaknya sebagai pelopor di dalam “factor-based” investing pada awalnya fokus terhadap produk Smart Beta ETFs.

XPID akan menjadi produk ETF Passive+ pertama untuk Pinnacle. Dalam waktu dekat ini, Pinnacle investment juga akan memerluas produk ETF dan bermitra dengan beberapa Global Index Provider untuk meluncurkan beberapa produk ETF pasif di indonesia.

Pinnacle investment menjalin kerjasama dengan Indo Premier Sekuritas sebagai dealer partisipan dan menunjuk Bank BCA sebagai Bank Kustodian.

”Dalam 1,5 tahun terakhir ini, kami telah berhasil meluncurkan 5 produk Smart Beta ETF (Multi-Factor & Single Factor) dan mereka memiliki kinerja yang unggul dibandingkan dengan tolak ukur masing-masing,” Guntur mengungkapkan.

Peluncuran XPID, kata dia, merupakan Inisiatif pertama untuk memerluas dan melengkapi produk ETF di kategori pasif+ (Passive+). Pembobotan XPID akan mengikuti pembobotan berdasarkan market kapitalisasi IDXSO.

”Namun seluruh mekanisme proses ETF pasif kami akan sepenuhnya dilakukan otomatis, melalui proses optimalisasi dan sistematis dengan menggunakan algoritma yang “sophlstlcated’ untuk memastikan eksekusi ETF dan efisiensi yang jauh lebih baik pada saat proses rebalancing ETF,” paparnya.

Managing Director & Chief investment Officer (CIO) Pinnacle investment, Andri Yauhari, menyebut tren pasar global yang luas telah mendukung pergeseran terhadap penggunaan ETF sebagai instrumen investasi yang powerful.

”Melalui peluncuran ETF Passive-+ dengan menggunakan lDXSO sebagal tolak ukur ini menandakan momen penting dalam evolusi ETF di indonesia. Untuk pertama kalinya investor dapat mengakses strategi Pasif+lBeta+ secara efisien dan transparan,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *