#
Anggota Komisi VI DPR RI dari partai politik pendukung pemerintah menilai buruk kualitas tol layang Jakarta-Cikampek yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dalam rapat dengar pendapat dengan BUMN Karya, Senin (17/2/2020), mereka mempertanyakan perencanaan perusahaan pelat merah tersebut. (Dok. BeritaSatu. Com/Handout).

Gawat, Anggota DPR Parpol Pendukung Pemerintah Nilai Buruk Kualitas Tol BUMN Karya
"Tol layang Jakarta-Cikampek kilometer 9-28 terburuk. Membahayakan, ada 4 sampai 5 kendaraan kecelakaan, kenapa bisa terjadi?" ungkap Mufti Anam, anggota Fraksi PDI Perjuangan

EmitenNews.com – Gawat, anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menilai buruk kualitas tol layang Jakarta-Cikampek yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dalam rapat dengar pendapat dengan BUMN Karya, Senin (17/2/2020), anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mempertanyakan perencanaan perusahaan pelat merah tersebut. Sorotan yang sama juga disampaikan politisi parpol pendukung pemerintah lainnya, Partai NasDem, dan Partai Gerindra.

“Tol layang Jakarta-Cikampek kilometer 9-28 adalah tol terburuk yang pernah saya lalui. Membahayakan, ada 4 sampai 5 kendaraan yang mengalami kecelakaan, kenapa bisa terjadi?” ungkap Mufti Anam dalam rapat di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta itu.

Rapat dengar pendapat itu dihadiri petinggi sejumlah BUMN Karya; PT Wijaya Karya (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Sorotan yang sama juga disampaikan oleh anggota partai politik pendukung pemerintah lainnya, Percha Leanpuri dari Fraksi Partai NasDem. Menurut dia, lintasan jalan tol trans Sumatera khususnya di daerah Lampung tak maksimal. Ia mengaku menemukan perbaikan di sepanjang jal tol meski baru diresmikan.

Selain menyoroti kualitas pengerjaan, Percha juga mempertanyakan kajian keselamatan oleh Hutama Karya. Ia menilai minimnya rambu jalan di sepanjang jalan tol membahayakan keselamatan pengguna Trans Sumatera itu.

“Kunjungan kerja di Lampung saya mencoba hasil kerja Hutama Karya, Trans Sumatera memang sudah beroperasi tapi banyak perbaikan. Baru operasi sudah banyak perbaikan,” kritiknya kepada Direktur Utama lima perusahaan BUMN Karya yang hadir dalam rapat tersebut.

Sementara itu anggota DPR dari fraksi Gerindra Zuristyo heran dengan tingginya material baja dan besi yang diimpor oleh perusahaan-perusahaan BUMN itu. Sebanyak  90 persen dari bahan baku baja dan besi BUMN konstruksi, diimpor. Penggunaan bahan baku industri murah dari luar, kata dia, mematikan perusahaan BUMN lainnya seperti PT Krakatau Steel (Persero) yang sebenarnya juga memproduksi baja.

“Sebanyak 90 persen BUMN konstruksi impor, tidak menggunakan produksi dalam negeri, sehingga Krakatau Steel terus merugi. Apakah ini semangat sesama perusahaan BUMN bersinergi?” ujarnya. ***

 

Check Also

Karena Pandemi Covid-19, Pemerintah Putuskan Tidak ada Pemberangkatan Jemaah Haji 2020
Bagi calon Jemaah haji yang telah melunasi ongkos perjalanannya, akan diberangkatkan pada 2021. Jika ada yang membutuhkan Bipih yang sudah disetor, silakan diambil

EmitenNews.com – Tidak ada pemberangkatan Jemaah Haji 2020. Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan calon jemaah haji …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: