#
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia. (Dok.)

Genjot Peringkat Kemudahan Berusaha, Pemerintah Potong Biaya Perizinan dari Rp121 Juta Jadi Rp40 Juta
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia: pemerintah akan memotong pengurusan izin IMB dari 191 hari menjadi 54 hari untuk memperbaiki peringkat Ease of Doing Business

EmitenNews.com – Pemerintah serius dengan upaya menggenjot peringkat kemudahan berusaha dari 73 menjadi 40. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkap akan memotong biaya pengurusan izin berusaha dari Rp121 juta menjadi Rp40 juta. Kebijakan itu sejalan dengan target Presiden Joko Widodo memperbaiki peringkat kemudahan berusaha itu.

“Dari 11 indikator yang diperbaiki, salah satunya anggaran biaya Rp121 juta menjadi 40 juta lebih. Itu salah satu contoh perbaikan yang kami lakukan, termasuk di dalamnya perdagangan luar negeri,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Rabu (12/2/2020).

Bahlil juga mengungkapkan, pemerintah akan memotong izin pengurusan IMB dari 191 hari menjadi 54 hari. Bahlil menegaskan pihaknya akan mencari langkah untuk menyederhanakan dari sisi persyaratan dan waktu. Dengan itu semua, peringkat Ease of Doing Business (EoDB) semakin membaik. “EoDB akan naik peringkat sesuai keinginan Presiden Jokowi pada 2023 jadi 40.”

Sebelumnya, saat membuka rapat terbatas terkait ‘Akselerasi Peringkat Kemudahan Berusaha’ di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/2/2020), Presiden Jokowi menginstruksikan sejumlah upaya untuk menggenjot peringkat Ease of Doing Business itu.

Fakta tahun 2014, saat bersama Wapres Jusuf Kalla, Presiden Joko Widodo berkuasa, 2014-2019, peringkat Indonesia pada 120. Ia minta agar Indonesia berada pada posisi 40. Untuk itu Presiden menekankan beberapa hal. Pertama, memperbaiki sejumlah indikator yang masih berada di atas 100. Sedikitnya ada empat komponen; kemudahan memulai usaha atau starting a business yang masih berada di peringkat 140.

Kedua, kata Jokowi, permasalahan izin bangunan atau dealing with construction permit di posisi 110. Ketiga, pencatatan tanah dan bangunan atau registering property yang merosot ke posisi 106. “Keempat, trading across border yang stagnan di 116. Tolong dilihat yang berhubungan dengan ini.” ***

 

Check Also

Kurva Pandemi Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat, Jumat Ini Bertambah 678 jadi 25.216 Pasien
Achmad Yurianto: berdasarkan hasil pemeriksaan 10.639 spesimen menggunakan mesin PCR dan TCM, total yang sudah diperiksa hingga hari ini 300.545 spesimen

EmitenNews.com – Kurva epidemi kasus virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) di Indonesia terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: