Gubernur dan 14 Kepala Daerah di Kalteng Berkomitmen Perangi Kampanye Antisawit

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran siap melawan LSM yang ingin merusak citra positif produk asli petani lokal

M Nasir

Ekonomi Update, Makro & Moneter Wednesday, 5th December 2018 8:59:41 PM • 6 days ago


EmitenNews – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bersama 14 kepala daerah kabupaten/kota berkomitmen memerangi isu negatif sawit, sekaligus mendukung investor taat aturan. Produk sawit Indonesia, termasuk Kalteng, tak hanya mendapat tekanan Eropa. Tetapi, kampanye hitam antisawit juga dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal.

“Saya akan melawan LSM dan oknum lainnya yang ingin merusak citra positif produk asli dari petani lokal kita,” ucap Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran kepada pers, di Palangka Raya, Rabu (5/12/2018).

Bahkan terkait kampanye hitam ini, Sugianto mengaku siap tidak popular, dan namanya di Eropa menjadi rusak. Mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini, menomorsatukan kepentingan masyarakat, kepentingan petani, agar kehidupan mereka bisa sejahtera.

“Saya tidak perduli jika dibenci dan nama saya rusak di Eropa. Selama masih dianggap baik oleh masyarakat dan petani sawit kita sejahtera, itu jauh lebih baik daripada mempunyai gelar di luar negeri,” tegasnya.

Kampanye antisawit ini mendapat perhatian khusus Gubernur Sugianto Sabran. Pasalnya, serangan itu berhasil membuat petani tercekik karena panenan kelapa sawit mereka dihargai sangat murah. Ia mengaku tak bisa menerima jika rakyatnya menderita akibat serangan tersebut, apalagi dari bangsa sendiri, yang berlindung di balik LSM.

Dengan semangat itu, Gubernur Sugianto Sabran mendukung investor, khususnya investor sawit dari serangan LSM. Dia menilai, Provinsi Kalteng memerlukan investor agar Bumi Tambun Bungai bisa bersaing dengan daerah maju lainnya di Tanah Air.

Gubernur merinci, pihaknya memerlukan banyak pembangunan, membuka akses jalan dari perdesaan sampai perkotaan. Bandara udara yang maju. Termasuk sarana pendidikan, dan kesehatan. Untuk mewujudkan itu, kata dia, memerlukan keberadaan investor agar pembangunan di Kalteng lebih baik.

Untuk mewujudkan itu, perlu pengorbanan daerah, termasuk menyediakan lahan, dengan mengambil hutan yang bisa dikonversi, dan sesuai aturan perundang-undangan. “Pengorbanan perlu, tidak mungkin dapat membangun sekolah atau pembangunan lainnya tanpa lahan memadai. Selama pengorbanan ini untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat, saya pasti dukung investor sawit di Kalteng.”

Gubernur Kalteng mencontohkan, dulu hanya ada enam kabupaten definitif di wilayah yang kini dipimpinnya itu. Namun sekarang sudah berkembang menjadi 13 kabupaten, dan 1 kota. “Ini yang saya maksud, membentuk kabupaten sebanyak itu memerlukan pengorbanan. Kalau tidak, ya kita tidak akan bisa maju dan bersaing dengan provinsi lainnya.”

Mengenai wilayah Kalimantan Tengah sebagai Paru-Paru Dunia, Gubernur Sugianto Sabran memahaminya dengan baik. Persoalannya, untuk masyarakat, bukan hanya gelar yang diinginkan. Pemerintah juga harus memberi biaya agar masyarakat tidak hanya bangga, namun juga sejahtera.

“Kalau cuma dapat gelar percuma. Yang gubernur dan masyarakat perlukan adalah uang, agar pembangunan Kalteng lebih merata,” tegas Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.

Masyarakat memerlukan pekerjaan, dan uang agar tidak hanya sekadar bisa makan. Untuk itu, Sugian mengajak masyarakat menerima kedatangan investor agar mendapat imbas dari keberadaan perusahaan. Selama investor mematuhi peraturan, peduli lingkungan dan memberi dampak positif untuk masyarakat dan pembangunan Kalteng, ia mengajak agar didukung. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *