#
Gubernur Maluku Murad Ismail (kiri), dan wakilnya Barnabas. (Dok. Terasmaluku.com).

Gubernur Murad Ismail Kembali Keluhkan Kecilnya Anggaran Pembangunan Maluku
Gubernur berharap ada perlakuan khusus dari pemerintah pusat kepada Maluku karena beban pembangunan sebagai daerah kepulauan berat, jika dibandingkan daerah daratan

EmitenNews.com – Untuk kesekian kalinya Gubernur Maluku Murad Ismail mengeluhkan minimnya anggaran pembangunan wilayahnya. Usai mengikuti Rakornas yang dibuka Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Kamis (20/2/2020), ia mengeluh kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menyampaikan, APBD Maluku Rp3,14 triliun terbilang kecil untuk membiayai 11 kabupaten dan kota.

“Ibu menteri, luas wilayah provinsi Maluku itu ada di laut, luasnya jauh dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Untuk pergi ke satu kota kabupaten saja, bisa butuh waktu sampai dua jam, sementara APBD kami kecil sekali,” kata Murad Ismail usai mengikuti Rakornas yang dibuka Presiden Jokowi, di gedung The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (20/2).

Gubernur berharap ada perlakuan khusus dari pemerintah pusat kepada Maluku karena beban pembangunan sebagai daerah kepulauan berat, jika dibandingkan daerah daratan. Ia mengemukakan, kondisi keuangan Maluku tidak sebanding dengan beban pembangunan dan tingkat kemahalan di daerah. Kondisi ini, kata dia selalu menyebabkan defisit anggaran setiap tahun.

“Saat 2019, kondisi keuangan daerah ternyata sudah defisit ratusan juta rupiah, ada proyek yang sudah jalan, terpaksa ngutang, kalau sudah selesai 50 persen, baru dibayar,” katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi tersebut mirip daerah lain di Indonesia. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu meminta Gubernur Murad, kembali mengecek jumlah utang daerah dan melaporkan pada Kementerian Keuangan. “Nanti tolong dicek ya, berapa utangnya, nanti laporkan ke saya.”

Dalam Rapat Koordinasi Gubernur bersama Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Maluku tahun 2019, di Kantor Gubernur, Kota Ambon, Selasa (10/9/2019), Murad juga mengeluhkan soal minimnya anggaran daerahnya itu. “APBD kita hanya Rp2,8 triliun. Bila belanja pegawai 60 persen, berarti hanya tersisa Rp1,2 triliun untuk pembangunan. Dengan rentang kendali besar, anggaran ini sangat kecil untuk kita membangun.”

Sebagai provinsi dengan rentang kendali besar karena wilayahnya yang luas dan memiliki ribuan pulau, dikeluhkan karena ternyata anggaran pembangunan Maluku tidak sebanding dengan kondisi yang ada. Bila dibandingkan dengan provinsi serta daerah kabupaten/kota lainnya di Indonesia, Provinsi Maluku sangat tertinggal jauh.

Wilayah Maluku seluas 712.496 km2 terdiri dari laut 92,4 persen, dan daratan 54.185 km2 atau 7,6 persen. Provinsi Maluku terdiri atas 11 kabupaten/kota, tersebar pada 1.340 buah pulau. Dengan kondisi geografis seperti itu, selain sangat menghambat pembangunan, juga berpengaruh pada fungsi koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Fungsi koordinasi di daerah kepulauan itu mahal sekali. Untuk menjangkau sejumlah kabupaten/kota, saya harus dengan pesawat terbang, sebagian lagi dengan kapal laut untuk menyeberang,” kata Murad Ismail ketika itu.

Murad Ismail membandingkan, APBD Provinsi Papua tahun 2019 yang digelontorkan dari pusat mencapai 13,9 triliun. Papua Barat alokasi APBD 2019 Rp8,3 triliun, Nusa Tenggara Timur (NTT) APBD 2019 sebesar Rp5,3 triliun. Jumlah ini belum termasuk APBD Kabupaten/Kota yang bila dijumlahkan, APBD di seluruh Papua tidak termasuk Papua Barat mencapai Rp62 triliun, sementara NTT mencapai Rp 30 triliun.

Untuk Maluku tahun 2019, bila APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota digabungkan tidak lebih dari Rp13 triliun. Bahkan ada daerah kabupaten di Maluku yang APBD-nya hanya Rp800 juta. ***

 

Check Also

Pensiunan Jenderal Gantikan Jubir Presiden di Kursi Komut PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Adhi Karya, Kamis (4/6/2020), juga menyetujui Entus Asnawi Mukhson sebagai direktur utama menggantikan Budi Harto

EmitenNews.com – Tidak ada lagi Fadjroel Rachman di kursi Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: