#

Hanson International Tbk (MYRX) Akan Lunasi Dana Pinjam Meminjam Paling Lambat Oktober 2020

EmitenNews.com – PT Hanson International Tbk (MYRX) kembali mengklarifikasi pemberitaan yang beredar terkait aktivitas pinjam peminjam antara perseroan dengan individu. Perseroan mengaku akan segera menyelesaikan persoalan hutang piutang sebesar Rp 2,5 trilun paling lambat pada OKtober 2020 mendatang.

Corporate Secretary Rony Agung Suseno menjelaskan, dengan dipanggilnya perusahaan oleh satgas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat para pemegang saham dan grup perusahaan panik. Meskipun, aktivitas pinjam meminjam tersebut telah seusai dengan prosedur.

Baca Juga : BEI Pertanyakan Penghimpunan Dana Investasi, Begini Penjelasan Hanson International Tbk (MYRX)

Menurutnya, akhirnya perseroan mengikuti saran OJK untuk segera memberhentikan kegiatan pinjam meminjam tersebut. Perseroan akan melunasi dana kredit seusai dengan perjanjian yang berlaku pada 2016 lalu.

“Ada opsi yang tadinya melunasi semua akhir Desember 2019 sebesar Rp 2,5 triliun tidak sesuai perjanjian karena ada yang jatuh Tempo Oktober 2020 beserta bunga, ngga Fair. Right issue juga tak mungkin karena perlu waktu lama. Menjual aset butuh waktu yang tak sebentar. Jadi melunasi sesuai jatuh Tempo saja. Rasanya lebih bijaksana meskipun agak berat tapi harus tahggung jawab. Selama setahun sampai Oktober 2020 kami bayarkan ke individu. Satgas waspada investasi sudah menyetujui,” ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (8/11).

Rony membeberkan, sebelumnya, dana pinjaman individu tersebut dipergunakan untuk modal kerja dalam pembelian lahan dan pengembangan bisnis perumahan seluas 1.500 hektar. “Ini pinjaman aman dengan aset perusahaan. Kalau diganti dengan perumahan boleh,” ucapnya.

Rony menjelaskan, alasan perseroan tidak menggunakan skema aturan pasar modal dalam menggalang dana untuk ekspansi lantaran pengumpulan dana melalui individu lebih cepat dan efektif dibandingkan dengan menerbitkan bond ataupun Rights issue. Terlebih, penggalangan dana melalui aktivitas ini diminati oleh pemegang saham.

“Kita tidak boleh pinjam dana bank manapun untuk landbank. Kalau ketahuan ada Resiko besar bagi pihak bank maupun perusahaan. Lalu, Pinjaman individu agak cepat tapi keterusan sampai sekarang,” jelasnya.

Rony menegaskan, hingga saat ini tidak ada yang menjadi korban dari aktivitas pinjam meminjam tersebut. Bahkan dengan meluapnya pemberitaaan menyebabkan harha saham berkode MYRX ini jatuh sangat dalam.

“Karena kalo tidak diklarifikasi bisa membunuh persroan sendiri maupun grupnya. Harga saham Hanson pun ikut terpengaruh sekarang ambruk akibat berita tersebut. Kami harap pemegang saham lebih bijaksana menyikapi berita yang belum tentu benar dan harus diklarifikasi persroan sendiri,” tandasnya.

Rony menambahkan, pengembalian dana para kreditur melalui penjualan unit properti maupun aset perseroan termasuk tanah selama tidak mengganggu pengerjaan proyek yang sedang berlangsung.

“Kami komitmen. tak akan ada yang sampai gagal bayar. Kami janji dengan OJK komitmen seperti itu, (kami) tidak bisa lunasi secara langsung tapi sesuai perjanjian awal mereka. Pinjaman individu pun sudah dicatat di buku neraca 2016 dan neraca tahunan,” ucapnya. (Romys)

Check Also

Selisih Kurs Buat Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) Catat Rugi Bersih Kuartal III Tahun Ini

EmitenNews.com – PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) mencatat, rugi bersih Perseroan sepanjang Kuartal III-2019 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat
%d bloggers like this: