Harapan Besar Bumdes Pilang Atas Keseriusan PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Berdayakan Orangutan

Rencananya setiap tahun 100 individu Oranghutan dilatih di Pulau Salat sebelum dilepas ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

M Nasir

Ekonomi Update, Makro & Moneter Tuesday, 12th February 2019 12:24:48 PM • 6 days ago


EmitenNews – Sumringah betul Karyanto. Kepala Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pilang itu, ikut menyambut kedatangan rombongan wartawan dari Jakarta ke Pulau Salat, akhir pekan lalu. Ia menaruh harapan besar atas keberhasilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dalam upaya pemberdayaan Orangutan di Pulau Salat, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah itu.

Bukan apa-apa. Sukses rencana besar program konservasi pelestarian Orangutan di wilayah seluas kurang lebih 2 ribu hektare itu, akan membawa keberkahan bagi warga sekitar. Pasalnya, seribuan kepala keluarga di Desa Pilang dan sekitarnya ikut tertolong atas keberadaan program yang diinisiasi  PT SSMS Tbk., bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation, pemerintah dan masyarakat setempat.

“Sudah banyak kebun dan kelotok masyarakat Desa Pilang menghasilkan uang dari hidupnya Pulau Salat sekarang. Ini karena ada akvititas konservasi Orangutan dan lainnya di Pulau Salat,” kata Karyanto, 46.

Dalam kunjungan selama hampir setengah hari itu, rombongan wartawan datang bersama Chief Operating Officer PT SSMS Tbk, Nasarudin Bin Nasir, dan Corporate Communication Manager SSMS Andre Taufan Pratama. Juga ada GM Plantation Regional III PT SSMS Tbk Purnomo, Kepala Departemen Konservasi dan LK3 Joko Triyanto, dan Investor Relations Arie Raymond. Rombongan disambut Staf Project Specialist Pulau Salat Huda Nur Prasetyo, beserta tim.

Tidak berlebihan kalau dibilang banyak warga berharap banyak atas pengembangan konservasi di Pulau Salat. Pasalnya, Karyanto mengakui, sejak SSMS berkegiatan di wilayahnya, banyak perubahan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Sebelumnya, kata ayah dua anak –si sulung sudah berkuliah di Universitas Palangka Raya—itu, banyak warga menganggur, sekarang terus menggeliat dengan beragam aktivitas produktif, dan menghasilkan uang.

Jadi bisa dibilang sejak PT SSMS Tbk., bekerja sama dengan BOSF beroperasi di Pulau Salat, ternyata memberikan manfaat luar biasa, khususnya untuk Desa Pilang. Lihat saja. Menurut Karyanto, sekarang ini banyak kebun dan kelotok masyakat Desa Pilang menghasilkan uang. Ini karena ada akvititas konservasi Orangutan dan lainnya di Pulau Salat.

Bayangkanlah. Setiap hari pihak SSMS membeli sayuran, buah-buahan dan makanan lainnya dari warga Desa Pilang untuk pakan Orangutan di Pulau Badak Kecil. Untuk kepentingan pulang pergi, pihak perusahaan juga mengandalkan kelotok masyarakat sekitar. Dari situ, tabungan warga, yang mau dan rajin berusaha terus menggelembung, banyak isinya.

Yang tak kalah moncernya, PT SSMS Tbk., juga memaksimalkan pemberdayaan masyarakat dengan membeli rotan serta anyaman warga Desa Pilang. Anggota BUMDES Pilang makin aktif berkarya, menciptakan berbagai barang kerajinan berbahan baku rotan, seperti tas, tudung saji, dan lain sebagainya.

“Tahun depan, 2019, hasil karya kreatif warga Desa Pilang dan sekitarnya, anggota Bumdes Pilang akan dipajang di kantor Bumdes, dan tempat lainnya, agar pasarnya lebih terbuka, dan lebih luas,” kata Karyanto.

Bagusnya, besar komitmen SSMS dalam membangun, dan mengelola Pulau Salat dengan melibatkan masyarakat, terutama warga Desa Pilang. Seperti kata  Chief Operating Officer Nasarudin Bin Nasir, perseroan ingin memberi manfaat sebanyak-banyaknya baik untuk partnership, LSM, pemerintah dan warga.

Salah satu misi perseroan dalam penanganan pulau konservasi pelestarian Orangutan, menurut Nasarudin, pihaknya mengoptimalkan semua potensi yang ada. Tujuannya, kata Direktur baru PT SSMS Tbk, itu agar bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan Orangutan dan masyarakat. Karena itu, warga sekitar diikutkan dalam program konservasi pelestarian Orangutan.

Dalam rilis yang diterima Selasa (18/12/2018), Corporate Communication Manager PT SSMS, Andre Taufan Pratama mengatakan, Pulau Salat diinisiasi pada 2015 dan diresmikan 2016, bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation. Sejauh ini ada 23 individu Orangutan di Pulau Salat dan 33 individu lainnya telah dilepasliarkan ke alam.

Pulau Salat terbagi menjadi 2 bagian, yaitu Pulau Badak Kecil yang ditinggali Orangutan dan Pulau Badak Besar, tempat berbagai sarana dan fasilitas yang dibangun PT SSMS Tbk. Ke depan, kata Humas PT SSMS Tbk., itu Pulau Badak Besar akan menjadi suaka bagi individu Orangutan yang memiliki keterbatasan fisik, tua, atau tidak mampu beradaptasi di alam liar. Jadi, semacam panti jompo di dunia kehidupan manusia.

PT SSMS sudah menyiapkan Pusat Informasi di Pulau Salat, tempat Tim SSMS memberikan penjelasan tentang segala sesuatunya di sana kepada pengunjung. Di sini para tetamu mendapat penjelasan, sekaligus untuk mengenal kehidupan Orangutan. Termasuk Pulau Salat sebagai pusat edukasi konservasi, serta pulau yang didedikasikan untuk Alba (satu-satunya Orangutan Albino di dunia) yang juga berada di Pulau Badak Besar.

Dengan luas wilayah sekitar 2 ribu hektare, Pulau Salat dapat menampung sekitar 200 Orangutan. Rencananya setiap tahun 100 individu Oranghutan yang dikandangkan dari tempat lain akan dilatih di Pulau Salat sebelum dilepas secara liar ke habitat aslinya, kembali ke rumah mereka di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *