Harga BBM Turun Bervariasi Sampai Rp800 Mulai Minggu Dini Hari

Kebijakan baru ini merespons tren turunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap USD

M Nasir

Ekonomi Update, Makro & Moneter Saturday, 9th February 2019 10:40:13 PM • 1 week ago


EmitenNews – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi diturunkan, mulai Minggu (10/2/2019) dini hari, atau pukul 00.00 waktu setempat (WIT, WITA dan WIB). PT Pertamina (Persero) akan menurunkan harga sejumlah BBM itu, bervariasi sampai Rp800 per liter.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid dalam siaran pers, Sabtu (9/2/2019) mengungkapkan, keluarnya kebijakan harga baru BBM itu, di antaranya merespons tren turunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap USD. Pertimbangan lainnya, BUMN migas ini juga memerhatikan daya beli masyarakat.

Mas’ud Khamid menyebutkan, sesuai ketentuan, sebagai badan usaha hilir Migas Pertamina tunduk pada mekanisme penentuan harga. Setidaknya, mempertimbangkan dua faktor utama, yakni harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. Ia memastikan, komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga evaluasi terhadap harga jual BBM terus dilakukan.

Harga itu bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi atau Jabodetabek, berikut komposisi harga BBM nonsubsidi per liter :

  1. Pertamax Turbo dari Rp12.000 jadi Rp11.200
  2. Pertamax dari Rp 10.200 jadi Rp9.850
  3. Dexlite dari Rp10.300 jadi Rp10.200
  4. Dex dari Rp11.750 jadi Rp11.700
  5. Pertalite tetap Rp7.650

Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium, atau jenis BBM Khusus Penugasan di wilayah Jawa, Madura, dan Bali, menjadi Rp6.450 per liter. Dengan begitu, harganya sama di luar Jawa, Madura, Bali. Selama ini harga BBM berbeda di beberapa wilayah, karena pemberlakuan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda di tiap wilayah.

Dari situs resmi BUMN migas, www.pertamina.com detail harga BBM dapat dilihat. Semua harga BBM juga sesuai peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis BBM Umum minimal 5 persen dan maksimal 10 persen dari harga dasar.

Pertamina berhadap melalui penyesuaian harga ini, diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan setia produk Pertamina. Selain itu, penurunan harga menjadi upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto kepada pers di Jakarta, Jumat (11/1/2019), mengatakan, akan mengevaluasi penurunan harga BBM nonsubsidi sekali sebulan. Evaluasi terhadap kemungkinan penurunan harga itu, dilakukan sekali sebulan, agar tidak membuat bingung masyarakat, jika terlalu sering.

Menurut Djoko Siswanto, Pertamina akan terus mengevaluasi secara berkala harga BBM tersebut sesuai dinamika harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah di pasar global. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *