#
Foto: HEXA

HEXA Minta Persetujuan atas Tarif Royalti 2 Persen Penggunaan Merek Hitachi

EmitenNews – PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) meminta persetujuan pemegang saham terkait royalti penggunaan merek dagang Hitachi sebesar total 2 persen. Kebijakan global atas penggunaan brand asal Jepang itu dikenakan tariff untuk setiap barang terjual kepada pihak ketiga.

HEXA mengagendakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 28 Maret 2018 dengan target memeroleh persetujuan dari pemegang saham independen. Agendanya adalah tentang royalti brand Hitachi itu.

HEXA perlu melakukan pembaruan perjanjian royalti dengan Hitachi Construction Machinery Co.Ltd (HCM) terkait penggunaan merek Hitachi Ltd. HCM adalah pengendali dan pemegang 48,59 persen saham HEXA.

Selain itu ada Itochu Corporation dengan kepemilikan 25,05 persen, HCM Asia & Pacific Pte Ltd sebesar 5,07 persen, dan sebesar 21,29 persen dimiliki publik.

Antara merek HCM dan Hitachi merupakan dua hal berbeda. Masing-masing dianggap punya brand value.

Dengan begitu, rencananya akan diterapkan penagihan brand value alias royalti kepada HEXA atas penggunaan dua merek dimaksud. Rumusnya; 2,0 persen x Total Penjualan ke Pihak Ketiga.

Total royalti 2,0 persen merupakan tarif diterapkan yaitu 1,0 persen untuk merek Hitachi dan 1,0 persen untuk merek HCM. Antara HCM dengan Hitachi sendiri telah menandatangani perjanjian royalti atas penggunaan merek Hitachi.

Dari perjanjian tersebut HCM berhak atas penggunaan sublisensi merek dagang Hitachi kepada seluruh anak perusahaannya dan mewajibkan HCM membayar royalti atas kegiatan tersebut sebesar 1,0 persen.

Sebelum mengundang RUPS kepada pemegang saham independen, HEXA meminta Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan (NDR) sebagai penilai independen.

NDR kemudian melakukan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitaif, analisis atas kewajaran nilai transaksi, dan analisis atas faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Salah satu hasilnya, HEXA akan leluasa dan legal melakukan penjualan mesin-mesin atau alat berat dengan merek HCM dan Hitachi nantinya.

Meski begitu HEXA juga harus melakukan penyesuaian harga jual untuk menutupi kenaikan biaya akibat penetapan tarif royalty.

Penjualan mengalami kenaikan harga sesuai dengan rencana strategis perusahaan untuk dapat mangokomodasi kenaikan biaya akibat royalti. HEXA akan menaikkan harga jual untuk produk alat berat.

Dengan dilakukannya rencana transaksi, Earnings per Share (EPS) akan mengalami peningkatan meski tidak signifikan. Kenaikan sebesar 0,42 persen pada 2018, sebesar 0,46 persen pada 2019, dan 0,42 persen pada 2020.

Berdasarkan analisis perbandingan terhadap tarif royalti yang dinilai NDR sebanding, tarif royalti pasar adalah 2,08 persen dari penjualan atau pendapatan.

Check Also

Selisih Kurs Buat Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) Catat Rugi Bersih Kuartal III Tahun Ini

EmitenNews.com – PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) mencatat, rugi bersih Perseroan sepanjang Kuartal III-2019 …

%d bloggers like this: