Hingga Maret 2018, ADHI Peroleh Kontrak Baru Rp3 Triliun

Marco

Properti & Infrastruktur Friday, 13th April 2018 5:33:35 PM • 1 month ago


EmitenNews – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hingga Maret 2018 mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp3,0 triliun tumbuh 78,696 persen dibandingkan perolehan kontrak baru di Bulan Februari 2018 yang sebesar Rp1,3 triliun.

Direktur Utama ADHI, Budi Harto Jumat (13/4) mengatakan realisasi perolehan kontrak baru di bulan Maret 2018 diantaranya adalah Trans Park Bekasi (Pekerjaan Arsrtektur dan MEP) sebesar Rp845,8 miliar melalui anak perusahaan PT APG; Pekerjaan Gelagar, Gerbang Tol, dan Fasilitas Penunjang Jalan Tol lainnya di Tol Bakauheni sebesar Rp186,8 miliar; dan Lanjutan Penataan Kawasan Komplek Gelora Bung Karno sebesar Rp134,2 miliar.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Maret 2018 didominasi oleh lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 87,396, Properti sebesar 10,096 dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Pemerintah tercatat 5,096, BUMN sebesar 48,696, sementara Swasta/Lainnya sebanyak 46,496. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebanyak 66,396, proyek Jalan dan Jembatan sebanyak 20,296, serta proyek Infrastruktur Lainnya sebesar 13,596.

ADHI juga menggarap beberapa proyek menyambut Asian Games akan dibuka pada tanggal 18 Agustus 2018 dan diselenggarakan hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Proyek itu antara lain Wisma Atlet Kemayoran, Istora Gelora Bung Karno, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ketiga pembangunan tersebut telah rampung dalam awal tahun ini.

Untuk mobilisasi para atlet selama kegiatan berlangsung, Pemerintah juga menyiapkan moda transportasi untuk Asian Games, yaitu LRT Jakarta dan LRT Palembang. LRT Jakarta milik Jakarta Propertindo, memiliki ruas sepanjang 5,8 km dengan jalur Kelapa Gading hingga Velodrome, Rawamangun. Sedangkan untuk LRT Palembang, proyek ini memiliki ruas sepanjang 23,40 km menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kompleks Olahraga Jakabaring.

Pembangunan kedua proyek kereta tersebut berbeda dengan LRT Jabodebek yang sedang dikerjakan ADHI. Pembangunan proyek dengan lintasan sepanjang 44,43 km ini, disasarkan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di wilayah sekitaran ibukota, seperti Bogor, Depok dan Bekasi. Dengan tujuan berbeda dan kapasitas pekerjaan yang jelas jauh berbeda, LRT Jabodebek ditargetkan akan selesai pada tahun 2019.

Rabu, 11 April 2018 Direktur Utama ADHI, Budi Harto menghadap Wakil Presiden Republik lndonesia, Jusuf Kalla terkait pengerjaan proyek LRT Jabodebek. Dalam pertemuan tersebut, Budi Harto dengan Jusuf Kalla mengkoordinasikan kegiatan kontruksi proyek LRT Jabodebek selama Asian Games berlangsung, seperti pengaturan penempatan pagar proyek, pengaturan lalu lintas di sepanjang HR Rasuna Said, pengaturan waktu kerja dan pelaksanaan jenis-jenis pekerjaan konstruksi yang masih diperbolehkan berlangsung selama kegiatan Asian Games.

Selain itu, Jusuf Kalla juga mengingatkan untuk memperhatikan masalah interkoneksi jaringan transportasi massal. Belajar dari Bangkok, Jusuf Kalla menyatakan bahwa angkutan massal berbasis rel akan efektif penggunaannya apabila panjangjaringan minimal 100 km. Proyek LRT Jabodebek direncanakan akan terkoneksi dengan berbagai moda tranportasi, seperti MRT Jakarta, Kereta Bandara dan KRL di ruas Dukuh Atas.

Pembangunan proyek LRT Jabodebek sendiri saat ini telah mencapai progress sebesar 58,4 persen untuk ruas Cibubur-Cawang, 19,9 persen untuk ruas Cawang-Dukuh Atas dan 32 persen untuk Bekasi Timur-Cawang. Secara keseluruhan proyek ini sudah mencapai progress sebesar 36,396 yang lebih cepat 4,3 peraen dari rencana pengerjaan sebesar 33 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *