#

PT Terregra Asia Energy Garap Bisnis Energi Baru Terbarukan

Jakart, EN – Mengapa PT Terregra Asia Energy serius menggarap bisnis energi baru terbarukan karena ketersediannya sangat banyak di bumi ini. Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia sangat melimpah a.l. angin, air, matahari, biomass dan panas bumi) dan pemanfaatannya baru sekitar 12,5% dari total penyediaan energi di Indonesia pada tahun 2015.

Manajemen perseroan dalam keterangan, di Westin Hotel Jakarta , Senin mengatakan, bauran EBT di Indonesia didominasi oleh biomass, tenaga air dan panas bumi. Penyediaan EBT dalam kurun waktu 2014-2050 diprediksi akan berkembang dengan laju pertumbuhan cukup tinggi, yaitu sekedar 6,8% – 7,3% pertahun. Dengan laju pertumbuhan di atas, diproyeksikan bauran EBT pada tahun 2025 adalah 23% dari total kapasitas terpasang dan sesuai target Kebijakan Energi Nasional.

Energi listrik memang memiliki peran strategis dan vital dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan perekonomian suatu negara. Pada 2015, Rasio Elektrifikasi (RE) Indonesia masih cukup rendah bila dibandingkan dengan RE negara lain di kawasan Asia Tenggara. Guna memenuhi pertumbuhan permintaan listrik nasional, pemerintah tidak dapat mengandalkan hanya dari PT PLN (Persero) saja. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, salah satunya dengan melibatkan sektor swasta sebagai produsen tenaga listrik Indonesia.

Prospek industri kelistrikan di Indonesia kedepannya akan semakin terbuka luas jika sejalan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penduduk maka tahun 2050, kebutuhan listrik diproyeksikan meningkat secara signifikan hingga lebih dari 6 (enam) kali yaitu sekitar 307GW. Pada 2015 lalu, kapasitas pembangkit listrik nasional adalah 57 GW, terdiri dari pembangkit PLN (76%), IPP (15%), IO dan PPU (9%).

“Melihat peluang di atas sejak tahun 2010, PT Terregra Asia Energy mulai melakukan tahapan investasi untuk menjadi Independent Power Producer (IPP) yang mengkhususkan di bidang Energi Baru Terbarukan EBT,” ujar Djani Sutedja – Direktur Utama PT Terregra Asia Energy Tbk pada acara Press Conference Penawaran Umum Perdana Saham di Jakarta.

Kata “Terregra“ diambil dari dua kata yaitu “Terre” yang berarti “Bumi” dan “Gra” yang berarti “Cinta”. Terregra artinya “Cinta Bumi”, sesuai misi perusahaan yaitu mengembangkan dan mempromosikan energi bersih dan terbarukan di Indonesia, menyediakan listrik di daerah terpencil, mengurangi emisi dan jejak karbon di muka bumi, serta memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Sebagai holding company, Perseroan memiliki 2 (dua) anak usaha yakni : PT Terregra Hydro Power (THP) yang membidangi Pembangkit Listrik Tenaga Air serta PT Terregra Solar Power (TSP) di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Keseluruhan aktivitas operasi Terregra saat ini berada di pulau Sumatera dan Indonesia bagian Timur, dimana memiliki total 11 proyek dengan target kapasitas terpasang di atas 300 MW.

Djani Sutedja lebih lanjut menambahkan, Perseroan secara kontinyu melakukan berbagai terobosan di antaranya dengan melakukan riset dan survei untuk memperoleh lokasi proyek baru, memperoleh pendanaan yang kompetitif, mengurangi risiko keuangan selama pengerjaan proyek, dan menunjuk jasa-jasa profesional pendukung proyek pembangkit listrik Perseroan yang kompeten.

PT Terregra Asia Enegy Tbk mulai beroperasi pada tahun 1996, berfokus pada jasa teknis dan pemasok suku cadang pembangkit listrik untuk PLN ini, akan melepas saham sebanyak-banyaknya 600.000.000 saham atau sekitar 21,43% dari total modal disetor setelah Penawaran Umum. Bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Lead Undwerwriter), Perseroan telah menunjuk PT Lautandhana Securindo.

”Mengenai kinerja keuangan, Perseroan hingga 31 Oktober 2016 memiliki asset sebesar Rp 283,435 miliar dengan pendapatan sekitar Rp 9 miliar. Kemudian untuk laba kotor sebesar Rp 1,844 miliar serta laba usaha mencapai Rp 1,229 miliar,” ujar Kho Sawilek – Direktur Keuangan Terregra.

Rencana penggunaan dana IPO, sekitar 97% akan digunakan sebagai penyertaan modal pada anak perusahaan yakni PT Terregra Hydro Power untuk menunjang pembiayaan dan belanja modal pada proyek-proyek PLTA dan PLTMH. Kemudian sisanya akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan untuk menunjang kegiatan operasional usaha jasa teknis dan pemasok suku cadang pembangkit listrik

Check Also

Satgas Covid-19 Mencatat Pasien Sembuh di Indonesia Kamis Ini Hampir 4 Ribu Orang
Hari ini ada 5 provinsi yang melaporkan tak ada tambahan kasus infeksi virus corona; Daerah Istimewa Aceh, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara

EmitenNews.com – Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien positif di Indonesia yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: