#
Lembaga Pemeringkat Global, S&P angkat rating Indonesia menjadi Investment Grade. Foto: Glassdoor

IHSG Catat Rekor Penutupan Tertinggi Usai Investment Grade Oleh S&P

Emitennews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan rekor penutupan tertinggi lagi. Predikat Investment Grade yang dihadiahkan lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) untuk Indonesia langsung mengangkat gairah pasar.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini (19/05) IHSG melesat 146,433 poin (2,594 persen) ke level 5.791,884 dan indeks LQ45 melambung 28,95 poin (3,07 persen) ke level 970,40. Volume saham ditransaksikan sebanyak 8,756 miliar saham dengan frekuensi mencapai 379.946 kali dan senilai Rp 8,381 triliun.

IHSG sebenarnya sempat naik lebih dari 30 persen dan melampaui level psikologis 5.800. Itu terjadi pada sekitar 10 menit jelang penutupan sebelum akhirnya sedikit berkurang. Nilai kapitalisasi pasar saham bertambah menjadi Rp 6.308 triliun pada penutupan perdagangan akhir pekan ini.

Meski begitu, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 101,1 miliar pada perdagangan hari ini.

Seluruh sektor saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat. Kenaikan tertinggi diraih indeks saham sektor Infrastructure, Utilities, and Transportation sebesar 3,54 persen hari ini diikuti indeks saham sektor Finance dengan kenaikan 3,45 persen. Di tempat ketiga indeks saham sektor Property, Real Estate, and Building Construction yang naik 2,90 persen.

Di Asia, mayoritas bursa saham unggulan juga menguat meski tidak signifikan. Indeks Nikkei 225 naik 0,19 persen, indeks Hang Seng naik 0,15 persen, dan indeks Composite Shanghai naik tipis 0,02 persen. Sebaliknya indeks Straits Times turun 0,15 persen.

Lembaga pemeringkat S&P dalam tinjauannya terkait kenaikan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- menyebut terjadi kenaikan kredibilitas dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh pemerintah sekarang. Dengan begitu maka Indonesia masuk rating Investment Grade atau layak investasi.

Pandangan Senior Director S&P, Kim Eng Tan, dalam riset tertulisnya memandang otoritas Indonesia telah mengambil langkah efektif dalam pengelolaan APBN untuk menyetabilkan keuangan negara. ”Maka kami memerkirakan utang bersih pemerintah secara umum akan stabil dalam jangka pendek,” ungkapnya, hari ini (19/05).

Sementara itu, defisit anggaran akan disebutnya akan berangsur-angsur berkurang. ”Oleh karena itu, kami meningkatkan peringkat kredit sovereign jangka panjang kami menjadi BBB-, dari BB +. Kami juga menaikkan peringkat kredit sovereign jangka pendek kami menjadi AAA- dari B,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan rating untuk skala regional ASEAN secara angka panjang ke axA- dari axBBB + dan menegaskan pandangan rating jangka pendeknya di axAA-. ”Prospek pada peringkat jangka panjang stabil karena kita melihat sisi positif dan risiko penurunan peringkat secara umum seimbang,” terusnya.

Alasan kenaikan peringkat Indonesia, menurutnya, juga untuk mencerminkan penilaian S&P terhadap risiko berkurang dari kondisi fiskal Indonesia. Pihaknya percaya bahwa fokus pemerintah semakin meningkat.

”Penganggaran yang realistis telah mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan di masa depan. Pendapatan akan memerlebar defisit pemerintah secara signifikan melampaui ekspektasi kami sekarang. Hal ini juga mengurangi risiko pemerintah bersih pemerintah secara umum,” ulasnya.

Saat ini, S&P mengantisipasi bahwa utang bersih Indonesia akan tetap pada tingkat moderat di bawah 30 persen dari PDB.

Check Also

IHSG Naik 0,41 Persen Meski Net Sell Rp1 Triliun. Saham BBCA dan HMSP Yang Terbesar Dijual Asing Pada Perdagangan Jumat (27/11)

EmitenNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI hingga penutupan perdagangan saham Jumat (27/11) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: