IHSG Mendekati Level Psikologis 6.000 Lagi, Bos BEI: Mari Bicara Masa Depan Selalu Lebih Baik

Marco

Regulator Update, Self Regulatory Organizations (SRO) Thursday, 24th May 2018 8:45:26 PM • 3 months ago


EmitenNews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mendekati level psikologis 6.000 lagi. Indeks melesat 154,537 poin (2,668 persen) ke level 5.946,538 pada penutupan perdagangan hari ini (24/05).

Frekuensi transaksi perdagangan relatif tinggi mencapai 446.585 kali hari ini. Volume saham ditransaksikan sebanyak 8,383 miliar dan senilai Rp8,217 triliun. Nilai kapitalisasi pasar saham naik menjadi Rp6.653 triliun.

Investor asing turut berperan dalam lompatan IHSG hari ini. Terjadi pembelian bersih oleh investor asing (foreign net buy) sebesar Rp684,59 miliar pada perdagangan hari ini.

Dibandingkan bursa saham unggulan lain di Asia, IHSG naik paling tinggi hari ini. Indeks Straits Times (Singapura) naik 0,93 persen dan Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,31 persen.

Sebaliknya Indeks Nikkei225 (Jepang) turun 1,11 persen, indeks Composite Shanghai (Tiongkok) turun 0,45 persen, dan Indeks KOSPI (Korea Selatan) turun 0,24 persen.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan dua hal diharapkan market di pasar modal. “Pertama, ekonomi kita relatif stabil bahkan para petinggi kita bilang kuat kok, nggak ada masalah,” ungkapnya saat buka puasa bersama di Jakarta, hari ini (24/05).

Regulator juga diharapkan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa nilai tukar Rupiah tidak selemah seperti disebutkan sebagian pihak.

“Secara fundamental tidak selemah itu. Kami harapkan otoritas moneter sekarang menunjukan wibawa dan charmingnya. Berbicara kepada masyarakat dan meyakinkan bahwa secara fundamental nilai rupiah sebenarnya tidak selemah sekarang. Tolong yakinkan dan buktikan ke masyarakat,” pintanya.

Kedua, kata Tito, otoritas fiskal juga sebaiknya mengungkapkan kepada publik bahwa APBN Indonesia cukup kuat ke depan, termasuk untuk membayar semua utang negara. “Mestinya persepsi jelek mengenai kelemahan rupiah dan ketidakkuatan APBN bisa hilang,” yakinnya.

Maka Tito menyimpulkan bahwa yang terjadi saat ini memang di luar dari fundamental sesungguhnya dari ekonomi Indonesia. “Hal lain adalah mari kita bicara bahwa masa depan selalu lebih baik dari sekarang,” Tito mengajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *