#
Ilustrasi

IHSG Tembus Rekor ke Level Psikologis 5.900, Market Cap Nyaris Rp 6.500 Triliun

EmitenNews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ukir rekor tertinggi lagi usai libur hari raya Idul Fitri. Pada penutupan perdagangan hari ini (03/07) IHSG menguat 80,529 poin (1,381 persen) ke level 5.910,237.

Hari perdana pasca lebaran, perdagangan saham berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp 8,717 triliun untuk sebanyak 6,755 miliar saham. Frekuensi transaksi sebanyak 349.978 kali. Kenaikan IHSG di awal pekan ini mendorong kenaikan nilai kapitalisasi pasar saham (market cap) menjadi sebesar Rp 6.459 triliun.

Dari total 10 indeks saham sektoral yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak sembilan di antaranya menguat dan hanya sektor Aneka Industri yang melemah sebesar 1,27 persen. Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 476,8 miliar hari ini.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang naik 270 (5,97 persen) ke level Rp 4.790 per saham berperan signifikan dalam kenaikan IHSG hari ini. Perusahaan telko plat merah itu tercatat di urutan pertama daftar Top Daily Movers dengan kontribusi sebesar 24,9 poin terhadap IHSG diikuti saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

TLKM menempati urutan tertinggi pula dalam daftar Top Market Cap sebesar Rp 483 triliun (7,5 persen dari total Market Cap) hari ini (03/07). Di tempat kedua adalah BBCA sebesar Rp 452 triliun (7,0 persen) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar Rp 448 triliun (6,9 persen).

Selain pasar saham Indonesia, bursa saham unggulan lain di Asia juga ditutup menguat hari ini. Indeks Composite Shanghai menguat 0,11 persen, indeks Nikkei 225 menguat 0,11 persen, dan indeks Hang Seng naik tipis 0,08 persen. Sebaliknya Indeks Straits Times menipis 0,09 persen.

Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya, menyebut semringahnya IHSG pada awal Juli ini memang sudah diperkirakan mengingat potensi inflasi terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Juni 2017 sebesar 0,69 persen. Pada momen Ramadhan dan lebaran itu kontributor inflasi terbesar justru dari tarif listrik 900 VA sedangkan bahan pangan terkendali.

Angka inflasi pada momen Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini merupakan terendah dibandingkan momen yang sama pada 2016, 2015, dan 2014. ”Inflasi yang terkendali menunjukkan bahwa kondisi perekonomian memang berada dalam kondisi stabil sehingga tingkat kepercayaan investor dapat semakin bertumbuh,” ucapnya.

Pada hari kedua perjalanannya di bulan Juli atau pada perdagangan besok, William memerkirakan IHSG masih memiliki nuansa untuk melanjutkan kenaikan. Indikatornya adalah capital inflow dari aksi beli oleh investor asing ditopang fundamental perekonomian yang terjaga.

William memerkirakan pada perdagangan besok IHSG akan kembali menguat dengan pergerakan di rentang level 5.821 – 5.945.

Check Also

Jelang Resesi Ekonomi, Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi Pemulihan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan melaksanakan fungsi countercyclical yang efektif pada kuartal ketiga tahun 2020 untuk menjaga stabilitas sistem keuangan

EmitenNews.com – Jelang resesi ekonomi, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi. Kementerian Keuangan mempersiapkan pemulihan ekonomi Indonesia …

%d bloggers like this: