#
Imbas Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta, Laba Bersih PPJA Anjlok

Imbas Moratorium Reklamasi Teluk Jakarta, Laba Bersih PPJA Anjlok

Emitennews – Kinerja PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk terkena imbas moratorium teluk Jakarta, akibatnya sejumlah rencana perusahaan untuk mencatat performa ikut terkerek kebawah.

Emiten berkode PPJA ini  mencatat penurunan laba bersih yang cukup dalam di 2016 sebesar Rp 131 miliar. Padahal di 2015 lalu perseroan mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 291 miliar.

Penyebab turunnya laba bersih perseroan akibat terjadi peningkatan beban lain-lain yakni pembatalan penjualan kavling, pencadangan proyek hotel baru yang terhenti dan pengembalian pendapatan rekomendasi  atas perpanjangan HPL yang yang telah diterima perseroan.

Disamping itu kondisi pasar properti yang relatif belum bagus serta adanya moratorium reklamasi teluk Jakarta membuat perseroan menunda penjualan kavling yang telah dianggarkan. Perseroan juga melunasi pembayaran hutang PBB tahun 2014 dan 2015.

Sekertaris Perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Ellen Gaby Tulangmow mengatakan pihaknya masih tetap optimis kinerja perseroan di 2017 akan kembali membaik, seiring dengan pengembangan berupa inovasi dan renovasi.

“Pengembangan Sea World Ancol, pembangunan coaster dan children playground di Dufan, Lagoon Cafe serta perpanjangan jalur kereta wisata dari area timur sampai area barat ancol akan menjadi alternatif pilihan inner transportation,” ucap Ellen dalam rilis yang diterima emitennews.com.

Segmen rekreasi merupakan tulang punggung bisnis perseroan dengan mendominasi 84,23% dari pendapatan perseroan di 2016.

Pendapatan segmen rekreasi 2016 meningkat sebesar 16,21% menjadi Rp 1,080 Triliun dibanding posisi 2015 sebesar Rp 930,30 miliar  Adapun jumlah pengunjung dari 17,8 juta di 2015 menjadi 18,08 juta di 2016.

Sementara pendapatan segmen properti  2016 Sebesar Rp199,81 miliar dibanding 2015 sebesar Rp189,9 miliar yang berasal dari penjualan apartemen Northland.

PT Pembangunan Jaya Ancol (PPJA) sebagai salah satu BUMD yang membangun dua pulau reklamasi yakni J dan K, telah menghentikan sementara segala kegiatan pembangunan sejak moratorium diumumkan pemerintah pada 18 April 2016 lalu.

Pulau J dan K yang masing-masing memiliki luas 316 hektare dan 32 hektare itu akan dikembangkan menjadi taman rekreasi internasional sekelas Universal Studio di Singapura.

 

 

Check Also

Net Sell Rp31 Miliar, IHSG Turun 0,38 Persen. Saham TLKM, BBRI dan UNTR Yang Dijual Asing di Sesi I

EmitenNews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI hingga akhir sesi I perdagangan saham …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: