Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Dok. Eramuslim).

Ini Dasar Kemendag Tetapkan Target Kenaikan Ekspor Nonmigas
Pertumbuhan ekonomi beberapa pasar ekspor utama Indonesia --China, Amerika Serikat, Jepang-- diperkirakan hanya single digit

EmitenNews –  Sejumlah hal menjadi dasar bagi Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam penetapan target kenaikan ekspor nonmigas. Di antaranya, ekonomi global yang diperkirakan bakal melambat hanya 3,7 persen. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan ekspor nonmigas pada tahun ini tumbuh sebesar 7,5 persen atau menjadi USD175,9 miliar.

Kepada pers, di kantornya, Kamis (10/1/2019), Menteri Perdagangan, Enggartiasato Lukita mengatakan, target tersebut paling moderat di tengah tensi perang dagang yang masih berlangsung, ditambah ketidakpastian ekonomi global. Itu jelas memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi beberapa pasar ekspor utama nasional, seperti China, Amerika Serikat, dan Jepang diperkirakan hanya single digit. Pertumbuhan ekonomi China tahun depan diperkirakan hanya akan tumbuh 6,2 persen, AS sekitar 2,5 persen dan Jepang 0,9 persen.

Akibat perlambatan ekonomi global dan juga ekonomi di negara-negara tujuan utama ekspor dipastikan berpengaruh terhadap kinerja perdagangan internasional khususnya dari Indonesia. Karena permintaan produk-produk nonmigas akan turut serta melambat dan menyesuaikan pertumbuhan ekonomi global. China yang dulunya double digit, belakangan single digit.

Meski diakui cukup sulit, Enggar optimistis akan tercapai. Pasalnya, masih ada beberapa faktor yang dapat menjadi akselerator atas kinerja ekspor nasional.

Antara lain, harga komoditi nonmigas diperkirakan menguat seperti palm oil, karet, kopi, kakao, teh, udang, kayu gergajian, barang tambang, aluminium, tembaga, nikel dan timah. Komoditas-komoditas tersebut diperkirakan mengalami kenaikan harga antara 0,3 persen – 3,9 persen.

Selain itu, pertumbuhan kinerja ekspor nonmigas juga didukung peningkatan ekspor beberapa komoditi utama seperti batu bara dan barang tambang lainnya, besi dan baja, kendaraan bermotor dan bagiannya. Lalu, berbagai produk kimia, pulp, produk plastik, pakaian jadi dan barang dari kayu.

Kemendag intensif mengembangkan pasar non-tradisionalnya, ke Afrika, Timur Tengah dan lainnya. Tahun 2019, targetnya akan diselesaikan 12 perundingan antara Indonesia dengan negara-negara potensial ekspor. Yaitu, Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia – Mozambik, PTA Indonesia – Tunisia. Negara-negara itu akan jadi pintu masuk di Afrika dan Eropa.

Seperti diketahui, sepanjang 2018, Kementerian Perdagangan melahirkan 8 perjanjian yang teratifikasi dengan berbagai negara. Perjanjian tersebut kemudian dituangkan dalam Peraturan Presiden. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dari perjanjian tersebut, muncul potensi mendongkrak ekspor sebesar USD1,9 miliar. ***

 

Check Also

KPK Tetapkan Direktur Utama PLN Tersangka Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1
Sofyan Basir beberapa kali membantah menerima janji fee dari proyek PLTU Riau-1, yang dikerjakan pengusaha Johanes Kotjo

EmitenNews.com – KPK menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka kasus suap Proyek …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login to chat with other users!
WhatsApp chat