Ini Salah Satu Hasil Positif dalam Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018

Pada sesi khusus Indonesia Investment Forum 2018 tercapai kesepakatan investasi sampai Rp202 triliun untuk proyek infrastruktur di Tanah Air

M Nasir

Ekonomi Update, Sektor Riil Thursday, 11th October 2018 10:36:16 PM • 2 weeks ago


EmitenNews – Ini salah satu hasil positif dalam Annual Meetings International Monetary Fund-World Bank Group 2018, di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018. Pada sesi khusus Indonesia Investment Forum 2018, Kamis (11/10/2018), tercapai kesepakatan investasi sampai USD13,5 miliar setara Rp202 triliun, untuk proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air.

Menteri BUMN Rini Soemarno di hadapan para investor saat Signing Ceremony Indonesia Investment Forum 2018, mengungkapkan, penandatanganan kerja sama investasi dan pembiayaan itu, antara 14 BUMN dengan perusahaan internasional, investor dan lembaga keuangan untuk 19 transaksi.

Usai sambutan Rini, puluhan investor bersama masing-masing direktur utama BUMN terkait serentak menandatangani perjanjian kerja sama. Turut hadir dalam acara penandatanganan perjanjian ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Jenis investasi yang disepakati dalam kerja sama ini, terdiri atas strategic partnership, project financing, dan pembiayaan alternatif melalui pasar modal. Untuk proyek infrastruktur, di antaranya migas, hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandar udara, kelistrikan, pertahanan, jalan tol, hingga manufaktur.

Rincian 19 transaksi hasil kerja sama investasi tersebut: GMF AeroAsia dengan Airfrance Industries KLM Engineering and Maintenance dengan nilai investasi USD400 juta. GMF AeroAsia dengan PT China Communication Construction Indonesia (USD500 juta). Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) USD248,4 juta.

Berikutnya, Menjangan Group bersama ITDC dengan Amorsk Group (nilai investasi mencapai 310 juta dollar AS). PT Wijaya Karya (Persero) bersama ITDC dengan Menjangan Group, investasi USD198 juta. PT Pindad (Persero) dengan Waterbury Farrel (USD100 juta). PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty Ltd, investasi USD320 juta.

PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) dengan Alumunium Corporation of China Limited untuk USD850 juta. PT KAI (Persero) dengan Progress Rail senilai USD500 juta. PT Boma Bisma Indra (Persero) dengan Doosan Infracore Co. Ltd senilai USD185 juta. PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Otoritas Jasa Keuangan, investasi USD112 juta. PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan AIA, Allianz Life, IIF, Taspen, dan Wana Artha, investasi USD224 juta.

PT Pertamina (Persero) dengan CPC Corporation Taiwan dengan nilai investasi USD6,5 miliar. PT PLN (Persero) dengan KfW (nilai investasi 150 juta euro). PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Bank Mega Tbk, dengan nilai pinjaman untuk investasi USD523 juta, dan pinjaman USD392. PT Hutama Karya (Persero) dengan Permata Bank, ICBC, dan MUFG bersama PT Sarana Multi Infrastruktur, nilai fasilitas pembiayaan USD336 juta.

PT Hutama Karya (Persero) dengan Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga bersama PT Sarana Multi Infrastruktur, nilai pinjaman investasi USD684 juta, dan pinjaman CDS mencapai USD388 juta. PT Sarana Multi Infrastruktur dengan Maybank Indonesia (sharia cross-currency hedging dengan coverage value USD128 juta. PT Angkasa Pura II bersama Danareksa Sekuritas dengan calon investor yang masih dalam proses bidding, strategic partnership di industri kebandarudaraan dengan nilai investasi USD500 juta. ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *