Ini Tugas Pertamina, Kelola Blok Migas yang tak Laku Dilelang

PT Pertamina sudah mendapat modal berupa lapangan migas berproduksi, agar bisa menjalankan penugasan dengan baik

M Nasir

Ekonomi Update, Energi Thursday, 20th September 2018 11:26:54 AM • 1 month ago


EmitenNews – Ini tugas untuk PT Pertamina (Persero). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menugaskan BUMN migas itu, mengelola blok minyak dan gas yang tak laku dilelang. Pertamina sudah mendapat modal, berupa lapangan migas berproduksi, agar bisa menjalankan penugasan tersebut dengan baik.

Kepada pers, di Jakarta, Rabu (19/9/2018), Direktur Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, masalah eksplorasi di Indonesia ini duitnya tidak ada. Tetapi, pemerintah sudah memberikan lapangan migas berproduksi, sebagai modal bagi Pertamina untuk melakukan eksplorasi.

Biaya eksplorasi atau peningkatan produksi dari blok tak laku tersebut, nantinya bisa memanfaatkan Komitmen Kerja Pasti (KKP) dari blok-blok yang telah dimenangkan Pertamina. Komitmen kerja tersebut untuk studi dan kegiatan terkait eksplorasi dan peningkatan produksi.

Harapannya, dari kegiatan tersebut nantinya selain bisa menemukan cadangan minyak, Pertamina dan negara juga memperoleh data. Dengan begitu, menurut Djoko Siswanto, lebih baik Pertamina berinvestasi di dalam negeri. Jadi, meski negara tidak dapat minyak, tetapi dapat data.

Untuk kelancaran di lapangan, jika diperlukan, Kementerian ESDM akan menerbitkan aturan teknis lebih lanjut berupa Peraturan Menteri ESDM untuk mempermudah dalam menjalankan penugasan. Aturan itu akan menegaskan KKP bisa untuk kegiatan eksplorasi dan peningkatan produksi di wilayah kerja eksisting, non eksisting, maupun penugasan. “Perlu peraturan, supaya Pertamina tidak salah melakukan investasi.”

Satu hal, pemerintah memang mendorong Pertamina meningkatkan kegiatan eksplorasi. Tujuannya, mengerek produksi minyak nasional yang terus menurun. Berdasarkan proyeksi SKK Migas, rata-rata produksi siap jual (lifting) minyak tahun ini hanya pada kisaran 769,41 ribu barel per hari (bph). Itu berarti merosot dari tahun lalu, 803,96 ribu bph. Pasalnya, sebagian besar lapangan migas di Indonesia telah memasuki fase penurunan alami.

Seperti diketahui, awal tahun ini, pemerintah melelang 19 blok migas melalui skema lelang reguler. Namun, hingga masa penutupan lelang, 3 Juli 2018, tak satu pun investor yang menyerahkan dokumen penawaran.

Beberapa di antaranya Blok Andika Bumi Kita di Jawa Timur (offshore), South CPP di Riau (onshore), West Berau di Papua (Offshore), Banyumas di Jawa Tengah (onshore), North Kangean di Jawa Timur (offshore), dan South East Mahakam di Kalimantan Timur (offshore).

Agustus lalu, Kementerian ESDM menggelar lelang blok migas berskema reguler tahap II dengan menawarkan blok eksplorasi Banyumas, Andika Bumi Kita, dan Southeast Mahakam serta menawarkan tiga blok produksi yaitu Blok Selat Panjang, South Jambi B, dan Makassar Strait.

Untuk lelang eksplorasi, masa lelang berakhir 12 Oktober 2018, dipercepat dari jadwal semula 10 Desember 2018. Untuk lelang blok produksi ditutup, Kamis (20/9/2018). ***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *